من اغتاب يف عمره مرة يعاقبه هللا بعشر عقوابت: األوىل: يصري بعيدا من رمحة هللا. والثانية: يقطع املالئكة عنه الصحبة. والثالثة:
يكون نزع روحه عند موته شديدا. والرابعة: يصري قريبا إىل النار. اخلامسة: يصري بعيدا من اجلنة. والسادسة: يشتد عليه عذاب
القرب. والسابعة: حيبط عمله. والثامنة: يتأذى منه روح النيب عليه الصالة وسلم. والتاسعة: يسخط هللا عليه. والعاشرة: يسري
مفلسا يوم القيامة عند امليزان.
“Siapa menggunjing satu kali dalam hidupnya, maka Allah akan menyiksanya dengan sepuluh
macam siksaan. Pertama, ia akan menjadi orang yang jauh dari rahmat Allah. Kedua, para
malaikat memutus persahabatan dengannya. Ketiga, ketika ia mati, ruhnya akan dicabut dengan
cara yang berat. Keempat, ia menjadi orang yang dekat pada neraka. Kelima, ia akan menjadi
orang yang jauh dari surga. Keenam, akan diperberat atasnya siksaan kubur. Ketujuh, amalnya
dianggap batal. Kedelapan, ruh Nabi Saw. merasa sakit karenanya. Kesembilan, Allah murka
terhadapnya. Dan kesepuluh, pada Hari Kiamat ia akan menjadi orang yang bangkrut ketika
ditimbang amalnya.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini belum dapat ditemukan dalam semua rujukan yang ada pada Penulis, termasuk
beberapa kitab khusus tentang al-ghibah seperti karangan Ibn Abi al-Dunya dan Abu al-Shaykh.
al-Khubawi menukilnya dari kitab Zubdah al-Wa’izin.1608
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
Meskipun belum dapat ditemukan perawinya. Namun ciri dan tanda palsunya hadis ini
amat jelas, yaitu: Pertama, dari sudut bahasanya yang lemah dan lebih serupa dengan bahasa
manusia biasa. Kedua, balasan dosa yang diancamkan begitu terperinci dan begitu menakutkan.
Bahkan tidak ada satupun dari balasan yang disebutkan tersebut ditemukan dalam kitab-kitab
hadis yang mu’tabar.
- 1608 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 263.