Hadis 632


أوحى هللا تعاىل إىل موسى عليه السالم قال: اي موسى هل عملت عمال يل قط؟ قال: إهلي صليت لك وصمت لك وتصدقت لك وذكرت لك. فقال هللا تعاىل: اي موسى إن الصالة لك برهان والصوم لك جنة والصدقة لك ظل والذكر لك نور، فأي عمل عملت يل؟ فقال: دلين على عمل هو لك، قال: اي موسى هل واليت يل وليا قط؟ وهل عاديت يل عدوا؟ فعلم أن أحب األعمال إىل هللا احلب ىف هللا.

“Allah Ta’ala mewahyukan kepada Nabi Musa a.s. Firman-Nya, “Wahai Musa, sudahkah kamu
melakukan sesuatu amal untuk-Ku?” Jawab Musa, “Tuhanku! Aku telah shalat menyembah -Mu,
telah bersedekah untuk-Mu dan telah mengingat-Mu.” Maka Allah Ta’ala berfirman, “Wahai
Musa, sesungguhnya shalat adalah bukti kebenaran bagimu, puasa adalah tameng bagimu, dan
mengingat (zikir) adalah cahaya bagimu. Maka, amal apakah yang telah kamu perbuat untukKu?” Musa berkata, “Tunjukkanlah kepadaku suatu amal untuk-Mu!” Allah berfirman: “Wahai
Musa, sudahkah kamu berteman dengan seorang, siapapun, karena Aku? Sudahkah kamu
memusuhi seorang teman karena Aku?” Maka Musa tahu bahwasanya amal yang paling dicintai
Allah adalah cinta karena Allah.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini disebutkan oleh al-Ghazali dalam al-Ihya’ dengan menggunakan redaksi riwayat
diriwayatkan (yurwa) tanpa menyandarkannya kepada Rasulullah Saw. Karena itu, al-‘Iraqi tidak
men-takhrij hadis ini. al-Zabidi hanya menjelaskan bahwa al-Ghazali mengutipnya dari kitab alQut; maksudnya Qut al-Qulub.1488

Hukum Hadis: Isra’iliyyat. Mawdu’/Palsu.

al-‘Iraqi tidak men-takhrij hadis ini, sebab beliau melihat bahwa ini bukanlah sabda
Rasulullah Saw. Ia hanya cerita isra’iliyyat.


  • 1488 al-Ghazali, al-Ihya’, jil. 2, hlm. 204; al-‘Iraqi, al-Mughni, jil. 2, hlm. 204; al-Zabidi, Ittihaf al-Sadah alMuttaqin, jil. 6, hlm. 179.