إن هللا تعاىل خلق وجوه احلور العني من أربعة ألوان: أبيض وأخضر وأصفر وأمحر، وخلق أبداهنا من الزعفران واملسك والكافور، وشعرها من القرنفل، ومن أصابع رجليها إىل ركبتيها من الزعفران املطيب، ومن ركبتها إىل ثدييها من العنرب، ومن عنقها إىل رأسها من الكافور، ولو بزقت واحدة منهن يف الدنيا لصارت مسكا، مكتوب على صدرها اسم زوجها واسم من أمساء هللا تعاىل، ويف يد كل يد منهن أسورة، ويف أصابعها عشرة خوامت من اجلواهر واللؤلؤ.
“Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan wajah para bidadari terdiri dari empat warna: putih,
hijau, kuning dan merah; dan telah menciptakan badannya dari za‘faran, kasturi dan kapur barus.
Sedang rambutnya dari cengkeh. Dan dari jari-jemari kakinya sampai lututnya diciptakan dari
za‘faran yang telah diharamkan dan dari lututnya sampai payudaranya diciptakan dari ‘ambar;
sedang dari leher sampai kepalanya diciptakan dari kapur barus. Dan andai seorang di antara
bidadari-bidadari itu meludah ke dunia niscaya ludahnya itu menjadi kasturi. Tertulis pada dada
mereka masing-masing nama suaminya dan sebuah nama di antara nama-nama Allah Ta’ala. Dan
pada tangan tiap-tiap seorang di antara mereka terdapat gelang-gelang. Sedang pada jarijemarinya terpasang sepuluh cincin dari intan dan mutiara.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini belum ditemukan dalam semua kitab rujukan asli yang mu’tamad. al-Khubawi
mengutipnya dari Daqa’iq al-Akhbar. Selain dalam kitab tersebut, Penulis juga menemukannya
disebutkan dalam al-Durrah al-Fakhirah. Keduanya menyebutkannya dengan redaksi,
يف اخلرب عن النيب
tanpa menyebutkan sanad maupun perawinya.1416
Hadis yang ditemukan mengenai perkara ini seperti yang disebutkan oleh al-Suyuti
diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim dan al-Tabarani dari Abu Umamah; oleh Ibn Mardiwayh dan
al-Khatib dari Anas. Semuanya diriwayatkan secara marfu’ dengan redaksi,
خلق احلور العني من الزعفران
Dengan makna yang sama, Ibn Jarir juga meriwayatkan dari Layth bin Sulaym secara balaghat
dan dari Mujahid secara mawquf.1417 al-Suyuti juga menjelaskan bahwa Ibn al-Mubarak
meriwayatkan dari Zayd bin Aslam sebagai kata-kata beliau dengan redaksi,
إن هللا مل خيلق احلور العني من تراب، إمنا خلق من مسك وكافور وزعفران
Dalam hadis lain mengenai penciptaan bidadari ini diriwayatkan oleh al-Tabarani dalam
al-Awsat dan al-Kabir seperti yang dikutip oleh al-Haythami dan al-Suyuti dari Ummu Salamah
dalam hadis yang panjang di dalamnya terdapat kata-kata,
1419 ألبس هللا وجوههن النور وأجسادهن احلرير بيض األلوان خضر الثياب صفر احللى جمامرهن الدر وأمشاطهن الذهب.
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
al-Haythami mengatakan bahwa pada sanad al-Tabarani terdapat perawi-perawi yang
da’if, baik itu riwayat Ummu Salamah maupun Abu Umamah.1420 Sedangkan Hukum hadis yang
disebutkan al-Khubawi adalah mawdu’, sebab ia telah ditambahkan dengan banyak perkataan
oleh para tukang cerita.
- 1416 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 220; ‘Abd al-Rahim al-Qadi, Daqa’iq al-Akhbar, hlm. 79-80;
Muhammad bin Abi Bakar al-Suyuti, al-Durar al-Fakhirah, hlm. 74 B. - 1417 al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 5, hlm. 754; al-Suyuti, al-Budur al-Safirah, hlm. 441; al-Tabarani, alMu’jam al-Kabir, jil. 8, hlm. 237; al-Tabari, Tafsir, jil. 27, hlm. 178.
- 1418 al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 5, hlm. 754; al-Suyuti, al-Budur al-Safirah, hlm. 441.
- 1419 al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 10, hlm. 418; al-Suyuti, al-Budur al-Safirah, hlm. 441.
- 1420 al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 10, hlm. 418-419.