Hadis 598


ال تيبس أغصاهنا وال تتساقط أوراقها وال تفىن أرطاهبا وإن أكرب أشجار اجلنة شجرة طوىب أصلها من درة ووسطها من ايقوت أمحر، وأعالها من الذهب وأغصاهنا من زبرجد وأوراقها من سندس، وعليها سبعون ألف غصن، وأقصى أغصاهنا ملحق بساق العرش، و أدىن أغصاهنا يف مساء الدنيا، ليس يف اجلنة غرفة وال قبة إال وفيها عصن مظل عليها، وفيها من الثمار ما تشتهيه األنفس، ال نظري هلا يف الدنيا إال الشمس، أصلها يف السماء وضوءها يف كل مكان.

“Pohon-pohon di surga tiada pernah kering dahan-dahannya. Tiada pernah berguguran daundaunnya. Dan tiada pernah kehabisan buahnya yang masak-masak. Sesungguhnya pohon surga
yang terbesar ialah pohon Tuba. Pangkalnya berdiri dari mutiara, bagian tengahnya dari permata
yaqut merah, dan pucuknya dari emas. Sedang dahan-dahannya dari permata zabarjad, dan daundaunnya dari sutera halus. Pada pohon itu ada tujuh puluh ribu dahan. Sedang dahannya yang
terjauh menempel pada tonggak ‘Arash, dan dahannya terendah terdapat pada langit dunia. Di
dalam surga tidak ada satu ruangan atau kubahpun yang tidak ada dahan pohon yang
merindanginya. Dan di sana, terdapat buah-buahan yang memenuhi selera. Pohon itu tidak ada
perumpamaannya di dunia, kecuali matahari. Pangkalnya ada di langit, sedang cahayanya ada di
setiap tempat.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini belum dapat ditemukan perawinya. al-Khubawi mengutipnya dari Mukashafah
al-Qulub atau Daqa’iq al-Akhbar. hadis ini disebutkan dalam Daqa’iq al-Akhbar dan al-Durrah
al-Fakhirah. Keduanya dengan redaksi,

قال كعب: سألت عن أشجار اجلنة فقال الرسول

tanpa menyebutkan sanad maupun perawinya.1415

Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.

Hadis ini dapat dihukumi palsu, karena termasuk dalam kaidah hadis yang tidak
mempunyai asal. Sebab ia tidak ditemukan dalam kitab-kitab yang mu’tabar, termasuk dalam
kitab-kitab yang membahas mengenai pepohonan di surga dan daun-daunnya.


  • 1415 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 219; ‘Abd al-Rahim al-Qadi, Daqa’iq al-Akhbar, hlm. 78;
    Muhammad bin Abi Bakar al-Suyuti, al-Durrah al-Fakhirah, hlm. 72 B-73A.