من أصيب مبصيبة يف ماله أو جسده فكتمها ومل يشكها إىل الناس كان على هللا أن يغفر له.
“Siapa ditimpa musibah pada hartanya atau badannya, lalu ia merahasiakannya dan tidak
mengadukannya pada orang lain, maka pastilah Allah mengampuninya.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh Ibn Hibban dalam al-Majruhin, al-Tabarani dalam al-Kabir
dari Ibn ‘Abbas dengan redaksi ini. Keduanya melalui Hisham dengan sanad mulai dari Hisham
sebagai berikut,
هـشام بن خالد، ثنا بقية عن ابن جريج عن عطاء عن ابن عباس مرفوعا
al-Razi dalam al-‘Ilal juga menyebutkan hadis ini dengan sanad yang sama dari
Baqiyyah.1378
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
al-Mundhiri mengatakan bahwa isnad al-Tabarani tidak bermasalah (isnaduh la ba’sa bih).
al-Haythami mengatakan bahwa dalam sanad al-Tabarani terdapat Baqiyyah. Ia seorang
mudallis.1379 Abu Hatim, Ibn Hibban, kemudian diikuti oleh al-Dhahabi lalu al-Albani
menghukumi hadis ini mawdu’. Adapun sebabnya seperti yang dikatakan oleh Ibn Hibban bahwa
beliau menulis hadis ini dari satu kitab yang semua kandungannya hadis-hadis mawdu’. Dalam
sanad ini terdapat Baqiyyah yang kemungkinan ia dikenali sebagai perawi mudallis, telah
meriwayatkannya dari seorang perawi yang wahin (lemah) dari Ibn Jurayj, kemudian Baqiyyah
men-tadlis dengan meriwayatkannya secara langsung dari Ibn Jurayj (tanpa perantara). Abu
Hatim juga memberikan alasan da’if dengan sebab hampir sama dengan yang disebutkan Ibn
Hibban.1380
Perlu dijelaskan di sini bahwa sebab hadis ini dihukumi palsu bukan karena Baqiyyah,
sebab banyak ulama yang menganggap Baqiyyah thiqah. Beliau termasuk perawi dalam Sahih Muslim. Akan tetapi sebabnya adalah perawi yang di-tadlis (disembunyikan namanya) oleh Baqiyyah sebelum sampai kepada Ibn Jurayj. Perawi inilah yang menyebabkan hadis ini dihukumi palsu.
- 1378 Ibn Hibban, al-Majruhin, jil. 1, hlm. 202; al-Tabarani, al-Mu’jam al-Kabir, jil. 11, hlm. 148, h.n. 11438;
al-Razi, al-‘Ilal, jil. 2, hlm. 295, h.n. 2393. - 1379 al-Mundhiri, al-Targhib, jil. 4, hlm. 286; al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 2, hlm. 331.
- 1380 al-Razi, al-‘Ilal, jil. 2 , hlm. 295, h.n. 2393; Ibn Hibban, al-Majruhin, jil. 1, hlm. 202; al-Dhahabi, Mizanal-I’tidal, jil. 1, hlm. 233; al-Albani, Silsilah al-Ahadith al-Da’ifah, jil. 1, hlm. 232, h.n. 198.