إن أعظم اجلزاء مع أعظم البالء، وإن هللا تعاىل إذا أحب عبدا ابتاله، وإذا صرب اجتباه وإذا رضي اصطفاه
“Sesungguhnya pahala yang terbesar itu bersama ujian yang terbesar. Dan sesungguhnya Allah
Ta’ala apabila mencintai seorang hamba, maka Dia akan mengujinya. Apabila ia sabar, maka ia
dipilih-Nya. Dan apabila ia rela, maka ia dipilih-Nya pula.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidhi, Ibn Majah, Ibn Shihab dan al-Baghawi.
Semuanya melalui Sa’ad bin Sinan dari Anas dengan redaksi,
إن عظم اجلزاء مع عظم البالء، وإن هللا إذا أحب قوما ابتالهم، فمن رضي فله الرضا ومن سخط فله السخط1363
Hukum Hadis: Hasan.
al-Tirmidhi mengatakan bahwa hadis ini hasan gharib. al-Suyuti menghukumi hadis ini
hasan, namun al-Munawi menolaknya, karena sanadnya terdapat Sa’ad bin Sinan. al-Bukhari mengatakan, ia perawi yang perlu ditelisik (fih nazar). Ahmad menyatakan, ia perawi yang
menduga-duga dalam periwayatannya (wahin). al-Dhahabi berpendapat, ia tidak bisa menjadi
hujjah (lays bi hujjah).1364
al-Albani menghukumi hasan hadis ini dengan alasan semua perawi dalam hadis ini thiqah
dan merupakan perawi dalam Sahih al-Bukhari dan Muslim, kecuali Ibn Sinan. Akan tetapi beliau
dinilai oleh Ibn Hajar sebagai saduq yang memiliki riwayat menyendiri (saduq lah afrad).1365
Perbedaan penilaian antara para ulama di atas disebabkan oleh perbedaan pendapat
mereka terhadap kredibilitas Sa’ad. Beliau dikenal juga sebagai Sinan bin Sa’ad al-Kindi.
Menurut Ibn Ma’in ia thiqah. Ahmad berkata, aku tidak menulis hadis-hadisnya, karena hadishadisnya kacau (mudtarib). al-Nasa’i berpendapat ia munkar al-hadith. al-Daraqutni menilainya
da’if. Ibn Hibban menyatakan, hadis-hadisnya menyerupai hadis-hadis yang diriwayatkan perawi
thiqah. Hanya dua hadis yang kualitasnya munkar. al-Dhahabi juga berpendapat para ulama menda’if-kannya, tapi tidak meninggalkan Hadisnya. 1366 Melihat kredibilitas Sa’ad bin Sinan atau
Sinan bin Sa’ad, Penulis menguatkan pendapat yang menghukumi hasan sanad ini.
- 1363 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Zuhd, Bab Ma Ja’a fi al-Sabr ‘ala al-Bala’, h.n. 2396; Ibn Majah, Sunan,
Kitab al-Fitan, Bab al-Sabr ‘ala al-Bala’, h.n. 4031; al-Quda’i, Musnad, jil. 2, hlm. 70-71, h.n. 1121; al-Baghawi, Sharh al-Sunnah, jil. 5, hlm. 254, h.n. 1435. - 1364 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Zuhd, Bab Ma Ja’a fi al-Sabr ‘ala al-Bala’, h.n. 2396; al-Suyuti, al-Jami’ alSaghir, jil. 1, hlm. 308; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 2, hlm. 459.
- 1365 al-Albani, Silsilah al-Ahadith al-Sahihah, jil. 1, hlm. 67-68, h.n. 146.
- 1366 al-Razi, al-Jarh wa al-Ta’dil, jil. 4, hlm. 251; Ibn Hibban, al-Thiqat, jil. 4, hlm. 336; al-Dhahabi, Mizan
al-I’tidal, jil. 2, hlm. 121; al-Dhahabi, al-Mughni, jil. 1, hlm. 254; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 231.