Hadis 559


إذا كذب العبد كذبة تباعد امللك عنه ميال من ننت ماجاء به.

“Apabila seseorang berbohong satu kali saja, maka menghindarlah malaikat darinya satu mil
jauhnya, karena bau busuknya apa yang ia sampaikan.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidhi, Ibn ‘Adiy, Abu Nu’aym dan Ibn al-Jawzi dalam
al-‘Ilal. Semuanya melalui ‘Abd Rahim bin Harun dari ‘Abd al-‘Aziz bin Abi Ruwwad dari Nafi‘
dari Ibn ‘Umar. Ini adalah redaksi al-Tirmidhi. Sedangkan redaksi Ibn al-Jawzi,

 إن العبد إذا كذب تباعد امللك ميال من ننت ما جاء به1323

Ibn ‘Adiy juga meriwayatkannya melalui jalur berbeda dari Sulayman bin Rabi’ bin
Hisham al-Nahdi dari al-Fadl bin ‘Awf dari ‘Abd al-‘Aziz bin Abi Rawwad dari Nafi‘ dari Ibn
‘Umar dengan redaksi yang sama seperti di atas.1324

Hukum Hadis: Sangat da’if.

al-Tirmidhi mengatakan bahwa hadis ini hasan jayyid gharib; “Kami tidak
mengetahuinya, kecuali melalui jalan ini.’ ‘Abd al-Rahim bin Harun telah menyendiri dalam
meriwayatkannya. Abu Nu’aym dengan maksud yang sama mengatakan bahwa hadis ini gharib
dari hadis ‘Abd al-‘Aziz dari Nafi‘. ‘Abd al-Rahim telah menyendiri dalam meriwayatkannya.1325

Ibn al-Jawzi mengatakan bahwa hadis ini tidak benar/palsu, sebab ‘Abd ‘Aziz
meriwayatkan satu naskah hadis-hadis palsu diantaranya adalah hadis ini.1326
Dalam sanad hadis ini terdapat dua perawi yang dikritik. Pertama, ‘Abd al-Rahim bin
Harun dan ‘Abd al-‘Aziz. Abu Hatim berkata; ‘Aku tidak mengenalnya (majhul). al-Daraqutni
berpendapat ia pendusta yang hadisnya ditinggalkan (matruk). Ibn Hibban juga menyatakan
bahwa hadisnya yang diriwayatkan dari perawi thiqah, yang berasal dari kitabnya, dianggap
mu’tabar. Tapi yang diriwayatkan olehnya dan bukan berasal dari kitabnya, ada sebagian
hadisnya yang munkar. Khatib al-Baghdadi mengatakan, bahwa hadis yang diriwayatkannya
banyak yang gharib dan munkar, karena sebab ke-da’if-an dan identitas perawi yang tidak jelas
(majhul). Sedangkan menurut pendapat Abu Hatim, ‘Abd ‘Aziz itu saduq muta‘abbid, manakala
Ahmad menyatakan ia salih al-hadith. Ibn Hibban berkata bahwa ia meriwayatkan dari Nafi‘ dari Ibnu ‘Umar manuskrip yang mawdu’. Ibn Hajar menyimpulkannya sebagai seorang yang Saduq
dan ahli ibadah, wahm dan dituduh penganut Murji’ah.1327

Riwayat kedua, pada sanadnya selain terdapat ‘Abd al-‘Aziz juga terdapat Sulayman alNahdi. Menurut al-Daraqutni ia matruk (ditinggalkan). Dalam riwayat lain da’if. Sedangkan alFadl bin ‘Awf, al-Albani mengatakan beliau belum menemukan biografinya.1328

al-Suyuti menghukumi hadis ini hasan. Namun al-Munawi menolaknya dengan
mengatakan bahwa ‘Abd al-Rahim menurut al-Daraqutni matruk (ditinggalkan) dan dusta dalam
meriwayatkan hadis (yakdhib al-hadith). al-Albani dalam Da’if Sunan al-Tirmidhi
menghukuminya sangat da’if dan dalam Silsilah al-Ahadith al-Da’ifah menyifatinya munkar.1329

Menurut Penulis, menghukuminya sangat da’if lebih tepat, mengingat kredibilitas ‘Abd Rahim
seperti di atas.


  • 1323 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Birr wa al-Silah, Bab Ma Ja’a fi al-Sidq wa al-Kadhb, h.n. 1972; Ibn ‘Adiy,al-Kamil, jil. 5, hlm. 283; Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 8, hlm. 197; Ibn al-Jawzi, al-‘Ilal, jil. 2, hlm. 774-775,h.n. 1292.
  • 1324 Ibn ‘Adiy, al-Kamil, jil. 1, hlm. 11.
  • 1325 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Birr wa al-Silah, Bab Ma Ja’a fi al-Sidq wa al-Kadhb, h.n. 1972; Abu
    Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 8, hlm. 197.
  • 1326 Ibn al-Jawzi, al-‘Ilal, jil. 2, hlm. 774-775, h.n. 1292.
  • 1327 Lihat biografi ‘Abd al-Rahman dalam al-Razi, al-Jarh wa al-Ta’dil, jil. 5, hlm. 340; al-Mizzi, Tahdhib alKamal, jil. 18, hlm. 44-46; Ibn Hibban, al-Thiqat, jil. 8, hlm. 413; lihat juga biografi ‘Abd ‘Aziz, al-Dhahabi, Mizanal-I’tidal, jil. 2, hlm.268-269; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 357.
  • 1328 Lihat biografi al-Nahdi dalam al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 2, hlm. 207; dan lihat al-Albani, Silsilahal-Ahadith al-Da’ifah, jil. 3, hlm. 309.
  • 1329 al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 1, hlm. 110; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 1, hlm. 434-435; al-Albani,
    Da’if Sunan al-Tirmidhi, hlm. 222-223, h.n. 337; al-Albani, Silsilah al-Ahadith al-Da’ifah, jil. 3, hlm. 308-310, h.n.1828.