فضل العالم على العابد كفضلي على أدناكم.
“Keutamaan orang alim atas orang yang beribadah, itu seperti keutamaanku atas orang yang terendah di antara kalian.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidhi dari Abu Umamah dengan lafaz awalnya:
.196إن الله وملائكته حتى النملة …إلخ
Hukum Hadis: Da’if.
Hadis ini dinilai gharib oleh al-Tirmidhi. Dalam riwayat lain ia mengatakan hasan sahih. al-Suyuti menilainya sahih, tetapi al-Munawi mengingatkan bahwa al-Tirmidhi telah menilainya gharib, dan dalam riwayat lain hasan sahih. Dalam sanad al-Tirmidhi terdapat al-Walid bin Jamil yang menurut Abu Zur’ah ia da’if. Dalam Mizan al-I‘tidal, menurut Abu Zur’ah, al-Walid adalah syeikh yang lemah. Dan mengikut pendapat Abu Dawud, ia adalah perawi yang periwayatannya tidak bermasalah.197
hadis ini mempunyai shawahid, yang diriwayatkan oleh Ibn al-Jawzi dalam kitab al-‘Ilal melalui dua jalur periwayatan dan Ibn ‘Abd al-Barr dalam kitab Taqyid al-‘Ilm. Tetapi ketiga sanad-nya sangat da’if, bahkan terdapat perawi yang dituduh pendusta, sehingga tidak dapat menguatkan riwayat al-Tirmidhi. Karena itu, hadis ini tetap dinilai da’if.198
- 196 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-‘Ilm, Bab Fadl al-Fiqh ‘ala al-‘Ibadah, h.n. 2685.
- 197 Kedua lafaz ini, yaitu لين شيخ dan بأس به ليس adalah lafaz yang menandakan bahwa perawi tersebut da’if, akan tetapi tidak terlalu da’if. hadis-hadis yang diriwayatkan perawi ini masih boleh dikategorikan sebagai Hadis da’if.
- 198 al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 4, hlm. 433-444; al-Mundhiri, al-Targhib, jil. 1, hlm. 101; Ibn al-Jawzi, al- ‘Ilal, jil. 1, hlm. 69; Ibn ‘Abd al-Barr, Jami’ Bayan al-‘Ilm, jil. 1, hlm. 22; al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 4, hlm. 337.