Hadis 54


إذا كان يوم القيامة يؤتى بأربعة نفر عند باب الجنة بغير رؤية الحساب والعذاب: الأول العالم الذي عمل بعلمه، والثاني الحاج الذي حج بغير عمل الفساد، والثالث الشهيد الذي قتل في المعركة، والرابع السخي الذي اكتسب مالا حلالا وأنفقه في سبيل الله بغير رياء. فينازع بعضها بعضا لدخول الجنة أولا فيرسل الله تعالى جبرائيل ليحكم بينهم، فيسأل أولا الشهيد فيقول له: ما عملت في الدنيا وأنت تريد دخول ال جنة أولا، فيقول: قتلت في المعركة لرضا الله تعالى. فيقول: ممن سمعت ثواب الشهيد؟ فيقول: من العلماء. فيقول: احفظ الأدب لا تقدم على معلمك، ثم يرفع رأسه إلى الحاج فيقول مثل ذلك، ثم إلى السخي فيقول مثل ذلك، ثم يقول العالم: إلهي ماحصلت العلم إلا بسخاوة السخي وبسبب إحسانه، فيقول الله عز وجل صدق العالم ، يا رضوان افتح أبواب الجنة حتى يدخل السخي الجنة وهؤلاء بعده.

“Apabila tiba Hari Kiamat, maka didatangkanlah empat orang dari sisi pintu surga tanpa mengalami hisab dan azab. Pertama, orang alim yang mengamalkan ilmunya. Kedua, orang haji yang menunaikan hajinya tanpa berbuat kerusakan. Ketiga, pahlawan shahid yang terbunuh di medan perang. Keempat, dermawan yang mencari harta yang halal, lalu membelanjakannya di jalan Allah tanpa riya. Mereka berebut satu sama lain untuk memasuki surga terlebih dahulu. Maka, Allah pun mengutus malaikat Jibril untuk mengadili mereka. Pertama-tama, Jibril bertanya kepada pahlawan shahid. Kata Jibril kepadanya: “Apakah yang telah engkau lakukan, sehingga engkau ingin masuk surga terlebih dahulu?” Maka ia menjawab: “Aku telah terbunuh di medan perang demi mencari rida Allah.” Jibril bertanya: “Dari siapa kamu mendengar pahala orang yang mati shahid?” Dia menjawab: “Dari ulama.” Jibril berkata kepadanya: “Peliharalah kesopananmu! Jangan engkau mendahului gurumu!” Kemudian Jibril memalingkan kepalanya kepada orang yang telah haji. Dan ia pun menjawab seperti tadi. Kemudian Jibril berpaling pula kepada orang yang derwamawan, dan ia pun menjawab seperti tadi. Akhirnya, orang alim itu berkata: “Tuhanku, tiadalah aku memperoleh ilmu selain karena kedermawanan orang yang dermawan itu dan dengan sebab kebajikannya.” Allah berfirman: “Benarlah orang alim itu, wahai Ridwan! Bukalah pintu-pintu surga sehingga orang yang yang dermawan itu masuk surga, sedang mereka itu masuk sesudahnya.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini belum dapat ditemukan perawinya. al-Khubawi mengutipnya dari kitab Mishkah al-Anwar.195

Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.

Hadis ini tidak ditemukan perawinya, termasuk dalam kitab-kitab khusus yang membahas mengenai kehidupan di akhirat. Ini menunjukkan bahwa hadis ini tidak dikenali oleh para ulama hadis. Ini berarti bahwa hadis ini tidak mempunyai asal. Selain itu, yang dikenali mengenai mereka yang masuk surga tanpa hisab adalah hadis yang dirwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim dan lain-lainnya, dengan tidak memperinci mereka yang masuk, yaitu sejumlah tujuh puluh ribu orang. Dalam penjelasan mengenai hadis ini, tidak seorang ulama Hadispun yang memerinci ketujuhpuluh ribu itu dengan hadis ini. Ini menunjukkan hadis tidak dikenali. Ketiga, bahasa matan hadis ini lebih menyerupai bahasa tukang cerita (القصاص) dari bahasa Nabi Saw. Karena itu, hadis ini dapat dinilai palsu.


  • 195 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 17-18.