قال رسول هللا فيما يرويه عن ربه: اي ابن آدم املوت يكشف أسراركم، والقيامة تتلوا أخباركم، والكاتب يهتك أسراركم، فإذا أذنبت ذنبا فال تنظر إىل صغره ولكن انظر إىل من عصيته، وإذا رزقت رزقا قليال فال تنظر إىل قلته ولكن انظر إىل من رزقك، وال حتقر الذنب الصغري فإنك ال تدرى أبي ذنب أغضب عليك، وال أتمن مكرى فهو أخفى من دبيب النمل على الصفا يف ليلة الظلماء، اي ابن آدم، هل عصيتين فذكرت غضيب فانتهيت عنه؟، وهل أديت األمانة ملن ائتمنك؟، وهل أحسنت ملن أساء إليك؟ وهل عفوت عمن ظلمك؟ وهل كلمت من هجرك؟ وهل وصلت من قطعك؟ وهل أنصفت من خانك؟ وهل سألت العلماء عن أمر دينك ودنياك؟ وإين ال أنظر إىل صوركم ولكن أنظر إىل قلوبكم ونياتكم وأرضى هبذه اخلصال عنكم.
“Rasulullah bersabda, meriwayatkan dari Tuhannya, ‘Wahai anak Adam, mati itu akan
membukakan rahasia-rahasiamu, Kiamat akan membacakan berita-berita tentangmu, dan buku
catatan akan mengupas rahasia-rahasiamu. Maka, apabila kamu melakukan suatu dosa, janganlah
kamu melihat kecilnya dosa itu, tapi lihatlah pada siapa kamu bermaksiat. Dan apabila dikaruniai
rezeki sedikit, janganlah kamu melihat kecilnya, tapi lihatlah siapa yang mengarunikannya. Dan
janganlah kamu meremehkan dosa yang kecil, karena kamu tidak tahu atas dosa apa Aku murka
kepadamu, sedang kamu takkan selamat dari perdaya-Ku. Sesungguhnya perdaya-Ku itu lebih
tersembunyi daripada merambatnya semut di atas batu karang di malam yang gelap.’ ‘Wahai anak
Adam, apakah kamu durhaka kepada-Ku, maka kamu ingat akan murka-Ku lalu berhenti darinya?
Apakah kamu telah menunaikan amanat dari orang yang memberi amanat kepadamu? Apakah
kamu telah berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadamu? Apakah kamu telah memamaafkan orang yang menganiayamu? Apakah kamu telah mengajak bicara orang-orang
yang mendiamkanmu? Apakah kamu telah menghubungi orang yang memutuskan hubungan
denganmu? Apakah kamu telah bersikap adil terhadap orang yang telah mengkhianatimu? Dan
apakah kamu telah bertanya kepada para ulama tentang urusan agamamu dan duniamu?
Sesungguhnya Aku tidak memandang pada rupamu, tetapi memandang pada hatimu dan niatmu,
dan dengan perbuatan-perbuatan inilah Aku rida padamu.’”
Takhrij Hadis:
Hadis ini belum dapat ditemukan perawinya. Ia disebutkan dalam kitab al-Mawa’iz, yang
dinisbahkan sebagai karangan Imam al-Ghazali tanpa menyebutkan sanad dan perawinya. alKhubawi mengutipnya dari kitab al-Mawa’iz dan Daqa’iq al-Akhbar.1251
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
Penulis meragukan kitab tersebut karangan Imam al-Ghazali, sebab dari sudut
muqaddimah dan isinya sangat meragukan jika dikarang oleh seorang imam sepakar alGhazali.1252
‘Abd Rahman Badawi telah menafikan kitab ini karangan al-Ghazali. hadis ini
dihukumi palsu, karena ia dikutip dari kitab yang tidak mu’tabar, tidak dikenal pengarangnya dan
tidak ada sanadnya.
- 1249 Ibn Hajar, al-Matalib al-‘Aliyah, jil. 4, hlm. 390, h.n. 4652; al-Hindi, Kanz al-‘Ummal, jil. 3, hlm. 503,
h.n. 7624. - 1250 al-A’zami dalam tahqiq al-Matalib al-‘Aliyah, jil. 4, hlm. 390.