اي رسول هللا أخربين عن قوله تعاىل (يوم ينفخ يف الصور فتأتون أفواجا)1200 فبكى حىت ابتلت ثيابه من دموع عينيه فقال: اي معاذ، سألتين أن أمر عظيم، حتشر أميت على اثين عشر صنفا، األول حيشرون من قبورهم ليس هلم يدان وال رجالن فينادي املنادى من الرمحن: هؤالء الذين يؤذون اجلريان فهذا جزائهم ومصريهم إىل النار لقوله تعاىل ( واجلار ذي القرىب واجلار اجلنب)1201 والثاين حيشر من قبورهم على صورة اخلنازير، فينادي املنادى من قبل الرمحن: هؤالء الذين يتهاونون ابلصلوات، فهذا جزائهم ومصريهم إىل النار لقوله تعاىل (فويل للمصلني الذين هم عن صالهتم ساهون1202) الثالث: حيشرون من قبورهم وبطوهنم مثل اجلبال، مملو ئة من احليات والعقارب كمثل البغال، فينادي منادى من قبل الرمحن: هؤالء الذين مينعون الزكاة، فهذا جزائهم ومصريهم إىل النار لقوله تعاىل (واللذين يكنزون الذهب والفضة)1203 اآلية. والرابع … والسابع … واحلادي عشر حيشر من قبورهم عميان القلب والعني، وأسناهنم كقرن الثور…والثاين عشر …. لقوله تعاىل (أال ختافوا وال حتزنوا)1204
“Ya Rasulallah, beritahukanlah kepadaku tentang firman Allah Ta’ala, ‘Hari ditiup sangkakala,
lalu kamu datang berkelompok-kelompok.’ Maka menangislah Nabi Saw. hingga pakaian beliau
basah oleh air matanya, lalu berkata, ‘Wahahi Mu’adh, kamu telah bertanya kepadaku tentang
perkara besar, di mana umatku dikumpulkan menjadi 12 golongan; golongan pertama,
dikumpulkan dari kubur mereka, sedang mereka tidak bertangan dan tidak berkaki. Maka
terdengarlah seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih, ‘Mereka itu orang-orang yang menyakiti
tetangga. Maka, inilah balasan mereka, sedang tempat kembali mereka ialah neraka, karena Allah
Ta’ala telah berfirman, ‘…tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.’ Golongan kedua, mereka
dibangkitkan dari kubur mereka dalam rupa babi. Maka, terdengarlah seruan dari sisi Allah Yang
Maha Pengasih, ‘Mereka itu orang-orang yang meremehkan shalat. Maka, inilah balasan mereka,
sedang tempat kembali mereka ialah neraka, karena Allah Ta’ala telah berfirman, ‘Maka
kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.’
Golongan ketiga, dikumpulkan dari kubur mereka, sedang perut mereka bagaikan gunung penuh dengan ular-ular dan kalajengking sebesar bighal (keledai). Maka terdengarlah seruan dari sisi
Allah Yang Maha Pengasih, ‘Mereka itu orang-orang yang enggan berzakat. Maka, inilah balasan
mereka, sedang tempat kembali mereka ialah neraka, karena Allah Ta’ala telah berfirman, ‘Dan
orang-orang yang menyimpan emas dan perak…’. Golongan keempat…ketujuh,…kesebelas
dibangkitkan dari kubur mereka dalam keadaan buta hati dan mata. Sedang gigi mereka seperti
tanduk banteng,…kedua belas,…sebagaimana firman Allah Ta’ala, ‘Tidakkah kalian takut dan
kalian bersedih.’”
Takhrij Hadis:
Hadis yang panjang ini adalah potongan dari hadis yang lebih panjang. hadis ini dinilai
oleh beberapa ulama seperti Ibn Kathir sebagai hadis mashhur. Ia diriwayatkan oleh al-Bayhaqi
dalam al-Ba‘th, al-Tabari dalam Tafsir al-Tabari, dan seperti yang dikutip oleh Ibn Kathir, alSuyuti dan lainnya, diriwayatkan pula oleh Abu Ya’la dalam Musnad, al-Tabarani dalam alMutawwilat, Abu Musa al-Madini dalam al-Mutawwilat, Ibn Mardiwayh dalam al-Tafsir, alKhatib dan Ibn ‘Asakir dalam al-Tarikh. Semua meriwayatkannya dari Mu’adh bin Jabal melalui Isma’il bin Rafi’.1205 Namun redaksi mereka berbeda. Dalam semua riwayat yang disebutkan oleh ulama-ulama hadis yang Penulis temukan seperti yang ada dalam rujukan ini, semuanya mengatakan 10 kelompok, bukan 12 kelompok seperti dalam hadis ini. Diantara redaksi mereka
adalah redaksi al-Khatib seperti yang dikutip al-Qurtubi dan al-Suyuti:
حيشر عشر أصناف من أميت أشباات ، فمنهم على صورة القردة وهم النمامون، ومنهم على صورة اخلنازير وهم أهل السـحت واحلام
واملكر، وبعضهم منكسني أرجلهم أعالهم وجوههم يسحبون عليها وهم أكلة الراب وبعضهم عمي يرتددون وهم من جيور يف احلكم،
وبعضهم صم ال يعقلون…1206
Redaksi riwayat Ibn Mardiwayh seperti yang dikutip oleh al-Suyuti,
عشرة أصناف قد ميزهم هللا من مجاعة املسلمني وبدل صورهم، فبعضهم على صورة القردة، وبعضهم على صورة اخلنازير، وبعضهم
منكبني أرجلهم فوق وجوههم أسفل يسحبون عليها، وبعضهم عـمي يرتددون وبعضهم صم بكم ال يعقلون..1207
Redaksi lain yang diriwayatkan oleh Ibn ‘Asakir dan dihukumi oleh beliau sebagai munkar
dan banyak perawinya tidak dikenal,
حتشر أميت على عشرة أفواج: صنف على صورة القردة وهم القدرية، وصنف على صورة اخلنازير وهم املرجئة، وصنف على صورة
الكالب وهم اجلزروية، وصنف على صورة احلمار وهم الرافضة وصنف على صورة الذرة وهم الـتكربون، وصنف على صورة
البهـائم وهم أكـلة الراب، وصنف على صورة السباع وهم الزاندقة …1208
Hukum Hadis: Sangat da’if, munkar.
Seperti yang dikatakan oleh Ibn Kathir dan Ibn Hajar, hadis yang panjang ini bukanlah
satu Hadis, melainkan beberapa hadis yang digabungkan oleh Isma’il bin Rafi’ menjadi satu
hadis.
Isma’il bin Rafi’ adalah salah seorang tukang cerita di Madinah. Menurut Ahmad, Ibn
Ma’in dan beberapa ulama lain da’if, al-Daraqutni, ia matruk al-hadith. Ibn ‘Adiy berkata hadishadisnya semua termasuk yang di dalamnya terdapat kelemahan, al-Tirmidhi menyatakan bahwa
ia di-da’if-kan oleh sebagian ahli ilmu. al-Bukhari menilainya thiqah dan perawi yang
periwayatannya dekat dengan perawi thiqah dan Ibn Hajar menyimpulkan ia hadisnya da’if.1209
Jadi, hadis dengan redaksi yang disebutkan kebanyakan ulama seperti redaksi al-Khatib dan Ibn
Mardiwayh di atas adalah da’if. Sedangkan hadis yang disebutkan oleh al-Khubawi redaksinya
berbeda dengan redaksi-redaksi riwayat lain, termasuk dengan redaksi Ibn ‘Asakir, dihukumi
munkar. Jadi hadis yang disebutkan oleh al-Khubawi redaksinya munkar. Ia dapat dihukumi amat
da’if atau mawdu’, karena terdapat beberapa tambahan yang tidak terdapat pada riwayat lain.
- 1199 al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 1, hlm. 227; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 107.
- 1200 al-Qur’an, al-Naba’ 78: 18.
- 1201 al-Qur’an, al-Nisa’ 4: 36.
- 1202 al-Qur’an, al-Ma‘un 107: 4-5.
- 1203 al-Qur’an, al-Tawbah 9: 34.
- 1204 al-Qur’an, Fussilat 41: 30.
- 1205 al-Bayhaqi, al-Ba’ath, hlm. 336-344, h.n. 609; al-Tabari, Tafsir, jil. 23, hlm. 84-86; al-Qurtubi, alTadhkirah, hlm. 230-231; Ibn Kathir, al-Nihayah, jil. 1, hlm. 270-279; al-Suyuti, al-Budur al-Safirah, hlm. 67-69; alSuyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 6, hlm. 501.
- 1206 al-Qurtubi, al-Tadhkirah, hlm. 231; al-Suyuti, al-Budur al-Safirah, hlm. 68.
- 1207 al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 6, hlm. 501.
- 1208 al-Suyuti, al-Budur al-Safirah, hlm. 67.
- 1209 al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 1, hlm. 227; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 107.