إن الله تعالى خلق مدينة من نور تحت العرش مثل الدنيا عشر مرات فيها ألف شجرة من در وياقوت وزبرجد ولؤلؤ ومرجان، فإذا كان يوم القيامة فتحت أوراقها ثم ينادي مناد من قبل الرحمن أين الذي صلوا الصلوات الخمس مع الجماعة فجلسوا في حلقة العلم يجيئون إلى ظل هذه الأشجار اليوم فيجيئون فيجلسون تحت هذه الاشجار، ثم يوضع بين أيديهم مائدة من نور فيها ما تشتهيه الأنفس وتلذ الأعين، فيقال لهم كلوا منها جميعا.
“Sesungguhnya Allah menciptakan sebuah kota dari cahaya di bawah ‘Arash sepuluh kali lipat dunia, di mana terdapat seribu pohon dari intan, yaqut, zabarjad, mutiara, dan marjan. Apabila tiba hari Kiamat, maka daun-daun pohon itu bermekaran, kemudian terdengarlah panggilan dari Tuhan Yang Maha Rahman: “Di manakah orang yang telah melakukan shalat lima waktu berjamaah lalu duduk dalam majlis ilmu, biarlah hari ini mereka datang kepada naungan pohon-pohon ini.” Maka, mereka pun datang lalu duduk di bawah pohon-pohon tersebut. Kemudian dipasanglah di hadapan mereka sebuah meja makan dari cahaya, di mana terdapat makanan-makanan yang disukai nafsu dan sedap dipandang mata. Lalu dikatakan kepada mereka: “Makanlah makanan-makanan itu semuanya!”
Takhrij Hadis:
Hadis ini belum dapat ditemukan perawinya. al-Khubawi mengutipnya dari kitab Mukashafah al-Asrar.190
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
Hadis ini dinilai mawdu’, karena belum ditemukan dalam kitab mu’tabar. Selain itu, kandungannya lebih menyerupai cerita isra’iliyyat, yang tidak menyerupai sabda Rasulullah Saw.
- 190 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 17.