عن أيب هريرة قال: مات رجل يف زمن النيب فقام على جنازته ليصلي عليه فتحرك الكفن ونظره النيب فوجد فيه حية متتص دمه وأتكل حلمه، فقصد أبو بكر أن يضرهبا فنطقت احلية إبذن هللا فقالت بلسان فصيح أشهد أن ال إله إال هللا وأن حممدا عبده ورسوله، وقالت: اي أاب بكر مل تضربين وليس يل ذنب وأان مأمورة بذلك؟ أمرين هللا أن أعذبه إىل يوم القيامة. فقال أبو بكر: ما خطاايه؟ فقالت احلية: به ثالث خطيئات: األوىل اترك الصالة، والثانية: مانع الزكاة، والثالثة: ال يسمع قول العلماء.
“Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, ‘Ada seorang lelaki meninggal dunia di zaman Nab Saw. Maka
beliau Saw. mendatangi jenazahnya untuk menyalati. Namun, tiba-tiba kain kafannya bergerakgerak. Nabi Saw. pun memeriksanya. Ternyata di dalamnya ada seekor ular yang tengah
menghisap darahnya dan memakan dagingnya. Maka, Abu Bakar r.a. hendak memukulnya, tapi
ular itu berbicara atas izin Allah Ta’ala, dengan lidah yang fasih; ‘Aku bersaksi bahwa tiada
Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.’ Dan
katanya pula, ‘Wahai Abu Bakar, kenapa Anda akan memukulku, padahal aku tidak berdosa, dan
aku disuruh melakukan pekerjaan ini? Allah menyuruhku mengazab orang ini sampai hari
Kiamat.’ Abu Bakar bertanya, ‘Apa kesalahan-kesalahannya?’ Ular itu menjawab, ‘Ia
mempunyai tiga kesalahan; Pertama, meninggalkan shalat. Kedua, tidak mau berzakat. Ketiga,
tidak sudi mendengar perkataan para ulama.’”
Takhrij Hadis:
Hadis ini belum ditemukan dalam kitab manapun. al-Khubawi mengutipnya dari kitab
Hayat al-Qulub.1135
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
Meskipun belum ditemukan sanad dan perawinya, namun tanda kepalsuan hadis ini cukup
jelas, yaitu dari sudut matan-nya. Dalam hadis ini disebutkan bahwa kesalahan si mayit yang
ketiga tidak mendengar perkataan ulama. Cerita ini terjadi pada zaman Rasulullah Saw. Pada
zaman tersebut belum dikenal istilah ulama. Sebab semua permasalahan agama akan terus dirujuk pada Rasulullah Saw. Jadi jelas sekali bahwa hadis ini dibuat oleh seorang yang menamakan
dirinya ulama, agar ia lebih dihormati lagi oleh para muridnya yang mendengar cerita ini.
- 1134 al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 1, hlm. 165 dan 168.
- 1135 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 162.