من قرأ القرآن وهو يف الصالة كان له بكل حرف مائة حسنة، ومن قرأ القرآن ىف غري الصالة على وضوء فله بكل حرف مخس وعشرون حسنة و من قرأ القرآن على غري وضوء فله عشر حسنات.
“Siapa membaca al-Qur’an dalam shalat, maka dari setiap hurufnya ia memperoleh seratus
kebaikan. Dan siapa membaca al-Qur’an di luar shalat selagi punya wudu’, maka dari setiap
hurufnya ia memperoleh dua puluh lima kebaikan. Dan siapa membaca al-Qur’an tanpa wudu’,
maka ia memperoleh sepuluh kebaikan.”
Takhrij Hadis:
Hadis seperti ini disebutkan oleh al-Zabidi, diriwayatkan oleh al-Daylami dari Anas,
dengan redaksi,
من قرأ القرآن يف صالة فكأمنا له بكل حرف مائة حسنة، ومن قرأها قاعدا كان له بكل حرف مخسون حسنة .
al-Khubawi sendiri mengutipnya dari kitab Majalis al-Anwar.1129
Hukum Hadis: Da’if.
al-Zabidi hanya menyebutkan hadis ini tanpa memberikan pendapat. Penulis sendiri
belum dapat menemukannya dalam kitab al-Daylami yang sudah dicetak. Karena itu, untuk
menghukumi hadis ini digunakan kaidah yang disebutkan oleh al-Suyuti, yaitu jika suatu hadis
dikutip lalu ia diriwayatkan oleh al-Daylami saja, maka menunjukkan bahwa hadis ini da’if,
dengan tidak menutup kemungkinan ia lebih dari itu.
- 1127 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab Fada’il al-Qur’an, Bab Ma Ja’a fi Fadl Qari’ al-Qur’an, h.n. 2905; Ibn Majah,
Sunan, Kitab al-Muqaddimah, Bab Fadl Man Ta‘allam al-Qur’an wa ‘Allamah, h.n. 216; Ahmad, Musnad, jil. 1, hlm.148; al-Bayhaqi, Shu’ab al-Iman, jil. 2, hlm. 329, h.n. 1946 dan 1947. - 1128 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab Fada’il al-Qur’an, Bab Ma Ja’a fi Fadl Qari’ al-Qur’an, h.n. 2905; al-Dhahabi,Mizan al-I’tidal, jil. 1, hlm. 558; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 172.