أربع خصال من الشقاوة: مجود العني، وقسوة القلب، وطول األمل، وحب الدنيا.
“Empat hal yang menjadi sumber kesempitan; mata yang kering, hati yang keras, panjang anganangan, dan cinta dunia.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Bazzar, Ibn ‘Adiy dan Abu Nu’aym. Semuanya dari Anas.
al-Bazzar melalui Hani bin al-Mutawkkal dari ‘Abd Allah bin Sulayman. Ibn ‘Adiy
meriwayatkannya melalui Abu Dawud Sulayman bin ‘Amru al-Nakha’i dan Muhammad bin
Ibrahim al-Shami. Abu Nu’aym meriwayatkannya melalui Hasan bin ‘Ali dan Yazid al-Raqashi.
Dalam redaksi mereka الدنيا على احلرص sebagai ganti dari الدنيا حب .
Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibn Abi al-Dunya dalam Dhamm al-Dunya dari Hasan
al-Basri secara maqtu’ sebagai perkataan beliau.1055
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu
Dalam riwayat Ibn ‘Adiy terdapat dua perawi yang dituduh pendusta yaitu Abu Dawud
Sulayman bin Amr dan Muhammad bin Ibrahim al-Shami.1056
al-Haythami yang menyebutkan riwayat al-Bazzar hanya mengatakan bahwa dalam
sanadnya terdapat Hani bin Mutawakkil. Ia da’if.
1057 Namun menurut Ibn Hibban, riwayatriwayat hadisnya banyak ditambah oleh perawi-perawi lain ketika usianya sudah lanjut.
Akibatnya banyak sekali kesalahan pada riwayatnya, sehingga tidak boleh dijadikan hujjah sama
sekali. al-Dhahabi juga telah mengutip pendapat Ibn Hibban tentang Hani dan memutuskan
hadisnya munkar.1058
Selain Hani, dalam riwayat al-Bazzar terdapat juga ‘Abd Allah bin Sulayman. al-Bazzar
sendiri mengatakan bahwa ia meriwayatkan hadis-hadis yang tidak diikuti oleh perawi lain.
Menurut al-Bukhari riwayatnya perlu diteliti. Riwayat-riwayatnya tidak dikikuti ( يتابع ال ،نظر فيه
حديثه يف(. al-Dhahabi berkata bahwa ia tidak dikenal (هو من يدرى ال(. Ibn Hajar menilainya da’if
1059
Jadi riwayat ini tidak dapat menguatkan riwayat yang lain.
Riwayat Abu Nu’aym dalam sanadnya terdapat Hasan bin ‘Uthman. Ia dituduh pendusta
oleh Ibn ‘Adiy. Selain Hasan, terdapat juga Yazid al-Raqashi. Ia menurut al-Nasa’i dan beberapa
ulama lainnya ditinggalkan (matruk). Ahmad berpendapat ia munkar al-hadith. al-Daraqutni dan
beberapa ulama menilainya da’if. Ibn ‘Adiy berkata ia orang yang tidak cacat (la ba’sa bih).1060
Ibn al-Jawzi, al-Dhahabi, al-Shawkani menghukumi hadis ini palsu. al-Suyuti dalam alJami’ al-Saghir menghukuminya da’if. Akan tetapi al-Munawi menolaknya dengan alasan bahwa sanadnya adalah seperti di atas.1061 hadis ini tetap palsu, karena sanad-sanadnya tidak
membolehkan ia dihukumi hanya sekadar da’if.
- 1052 ‘Ali bin Muhammad bin al-Athir al-Jazri, Usud al-Ghabah fi Ma’rifah al-Sahabah, Dar al-Sadir, Bayrut,t.th, jil. 3, hlm. 222-223.
- 1053Ibid.
- 1054 Ibn ‘Adiy, al-Kamil, jil. 3, hlm. 1099; Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 6, hlm. 175; al-Haythami,
Kashf al-Astar, jil. 4, hlm. 72, h.n. 323. - 1055 Ibn Abi al-Dunya, Dhamm al-Dunya, hlm. 23, h.n. 26.
- 1056 Lihat biografi Abu Dawud al-Nakha’i dalam al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 2, hlm. 216; Ibn Hibban,
al-Majruhin, jil. 1, hlm. 333; al-Halabi, Kashf al-Hathith, hlm. 130-131; dan biografi Muhammad bin Ibrahim alShami dalam al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 4, hlm. 445; Ibn Hibban, al-Majruhin, jil. 2, hlm. 301; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 466; al-Halabi, Kashf al-Hathith, hlm. 214. - 1057 Ini berbeda dengan yang dinukil oleh al-Munawi yang mengatakan bahwa Hani menurut al-Haythami amat Da’if. Lih. al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 10, hlm. 226; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 1, hlm. 467.
- 1058 Ibn Hibban, al-Majruhin, jil. 3, hlm. 97; al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 4, hlm. 291.
- 1059 al-Haythami, Kashf al-Astar, jil. 4, hlm. 72, h.n. 323; al-Mizzi, Tahdhib al-Kamal, jil. 15, hlm. 59-60; alDhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 2, hlm. 432.
- 1060 Lihat biografi Hasan bin ‘Uthman dalam al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 1, hlm. 502; al-Halabi, Kashf al-Hathith, hlm. 91; dan biografi Yazid al-Raqashi dalam al-Dhahab>i, Mizan al-I’tidal, jil. 4, hlm. 418.