يقوم فقراء أمتي يوم القيامة وجوههم كالقمر وشعورهم منسوجة بالدر والياقوت وبأيديهم أقداح من نور ويجلسون على منابر من نور والناس في الحساب وينظرون أهل الجنة إليهم فيقولون: أهؤلاء من الملائكة ؟ فيقولون: لا. وتنظر إليهم الملائكة فيقولون: أهؤلاء من الأنبياء؟ فيقولون: لا، بل نحن من أمة محمد. فيقولون: بأي الأعمال رزقكم الله تعالى هذه الدرجات؟ فيقولون: لم تكن أعمالنا كثيرة، ولم نصم الدهر ولم نقم الليل بل كنا نحافظ على الصلوات الخمس بالجماعة، وإذا سمعنا اسم محمد صلى الله عليه وسلم فاضت عيوننا بالدمع وكنا ندعو من قلب خاشع ونشكر الله على الفقر الذي أصابنا.
“Orang-orang fakir dan umatku akan bangkit pada hari Kiamat; wajah mereka bagaikan rembulan, rambut mereka terikat dengan permata dan yaqut, tangan mereka memegang piala- piala dari cahaya. Mereka duduk di mimbar-mimbar dari cahaya, sementara orang-orang sedang berada dalam hisab. Para penghuni surga memandang mereka, lalu bertanya, ‘Apakah mereka
para malaikat?’ Mereka jawab, ‘Bukan.’ Dan para malaikat pun memandang mereka, lalu bertanya, ‘Apakah mereka itu para Nabi?’ Mereka jawab, ‘Bukan! Kami umat Muhammad Saw.’ ‘Dengan amal apakah Allah Ta’ala menganugerahkan derajat-derajat seperti itu pada kalian?’ tanya para malaikat. Mereka menjawab, ‘Amal kami tidak banyak dan kami pun tak pernah berpuasa setahun penuh, tidak pula shalat malam. Tetapi kami senantiasa memelihara shalat lima waktu berjamaah. Apabila kami mendengar nama Muhammad Saw., maka banjirlah mata kami dengan air mata. Dan kami berdoa dengan hati yang khusyuk serta bersyukur kepada Allah atas kefakiran yang menimpa kami.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini belum dapat ditemukan perawinya. Ia disebutkan oleh al-Sabzawari dalam Jami’ al-Akhbar (Shi’ah) tanpa sanad dari Anas. al-Khubawi mengutipnya dari kitab Zubdah al- Wa’izin.1004
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
Hadis ini dapat dihukumi palsu, karena dua sebab. Pertama, ia tidak ditemukan dalam kitab-kitab yang mu’tabar. Ia hanya ditemukan dalam kitab Shi’ah yang menyebutkannya tanpa sanad. hadis yang disebutkan tanpa sanad, menurut kaidah ulama Hadis, dapat dikategorikan sebagai hadis palsu.1005 Kedua, ia dikutip dari kitab yang tidak mu’tabar seperti yang telah banyak dijelaskan sebelum ini.
- 1004 al-Sabzawari, Jami’ al-Akhbar, hlm. 301, h.n. 822; al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 145.
- 1005 Lih. Fallatah, al-Wad‘ fi al-Hadith, jil. 1, hlm. 303-305.