ما من مسلمين يلتقيان فيتصافحان ويصليان علي إلا وأنهما لم ينصرفا حتى يغفرالله ذنوبهما ما تقدم وما تأخر من كرمه.
“Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan, lalu keduanya bershalawat kepadaku, melainkan keduanya tidak akan berpisah, sehingga Allah mengampuni dosa keduanya dari yang telah lalu dan yang akan datang, karena kemuliaannya.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh Ibn Sinni, Abu Ya’la, Ibn Hibban dalam al-Du’afa’. al- Sakhawi dalam al-Qawl al-Badi’ menjelaskan ia diriwayatkan juga oleh Abu Nu’aym dalam al- Hilyah, al-Hasan bin Sufyan dalam Musnad, al-Rashid al-‘Attar dan Ibn Bashkuwal. Semuanya dari Anas dengan redaksi sedikit berbeda. Dalam beberapa riwayat menggunakan redaksi, من ما. 953ما من مسلمين ganti sebagai ما من عبدين متحابين في الله atau عبدين
Hukum Hadis: Sangat da’if.
Abu Nu’aym seperti yang dikutip al-Sakhawi menghukumi hadis riwayatnya dengan gharib. Akan tetapi al-Sakhawi menyanggahnya dengan mengatakan bahwa ia sangat da’if. al- Albani menghukuminya sangat munkar dengan redaksi ini. hadis ini sangat da’if, karena di dalam sanadnya terdapat Durust bin Hamzah. Ia da’if menurut al-Daraqutni. al-Bukhari berkata, “Hadisnya tidak dapat diikuti”. Sebab keduanya, seperti yang dikatakan al-Albani, dalam hadis
ini ada penambahan kalimat علي ويصليا yang tidak terdapat pada riwayat yang masyhur dan banyak diriwayatkan dari beberapa sahabat. 954
Namun demikian, hadis ini telah dikatakan sahih melalui mimpi yang berlaku bagi beberapa orang sufi yang saleh, seperti yang diceritakan oleh al-Fakihani dan dikutip oleh al- Sakhawi.955 Menurut Penulis, apa yang diceritakan oleh al-Fakihani, jika ia benar, tidak dapat men-sahih-kan hadis ini. Sebab pen-tashih-an dan pen-da’if-an berdasarkan sanad dan matan, bukan berdasarkan mimpi. Maka hadis ini tetap dihukumi da’if.
- 953 Ibn Sinni, ‘Amal al-Yawm wa al-Laylah, hlm. 63, h.n. 194; Ibn Hibban, al-Majruhin, jil. 1, hlm. 286; Abu Ya’la, Musnad, jil. 5, hlm. 334, hn. 2960; al-Sakhawi, al-Qawl al-Badi’, hlm. 344.
- 954 al-Sakhawi, al-Qawl al-Badi’, hlm. 344; al-Albani, Silsilah al-Ahadith al-Da’ifah, jil. 2, hlm. 106, h.n. 652; dan lihat biografi Durust dalam al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 2, hlm. 26, Ibn Hibban, al-Majruhin, jil. 1, hlm. 286.
- 955 al-Dhahabi, al-Qawl al-Badi’, hlm. 344.