من كثر كلامـه كثر سـقـطـه.
“Siapa yang banyak bicaranya, banyak salahnya.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Nu‘ym, al-Quda’i, al-‘Askari, dan seperti yang dikutip oleh al-Haythami, al-Sakhawi dan al-Suyuti, diriwayatkan juga oleh al-Tabarani dalam al-Awsat. Semuanya dari Ibn ‘Umar secara marfu’. Sebagian melalui jalan Ibn ‘Ajlan, dan sebagian lagi melalui Yahya bin Abi Kathir. Keduanya dari Nafi‘ dari Ibn ‘Umar.938 al-Quda’i dan al-‘Askari, seperti disebutkan al-Sakhawi, meriwayatkannya pula dari Ibn ‘Umar secara mawquf sebagai perkataan beliau.939
Hukum Hadis: Mawquf, da’if.
Abu Nu’aym menghukumi riwayatnya gharib dari hadis Yahya dan Nafi‘ secara marfu’ dan muttasil. al-Haythami mengatakan, riwayat al-Tabarani pada sanadnya terdapat beberapa perawi yang da’if, tetapi thiqah menurut sebagian ulama. al-Suyuti menyebutkan hadis ini tanpa menyebutkan hukumnya.940 al-‘Askari, seperti yang dikatakan al-Sakhawi, menghukumi bahwa menyebutnya sebagai riwayat yang marfu’ adalah salah. Yang benar adalah riwayat yang mawquf. al-Sakhawi menyetujui pendapat ini.
Penulis menguatkan pendapat terakhir, yaitu hadis ini mawquf. Sebab kalau melihat dari redaksi hadis ini sepenuhnya, ia lebih mirip sebagai perkataan seorang manusia biasa daripada sebagai perkataan Nabi Saw. Apalagi hadis ini telah diriwayatkan secara mawquf sebagai perkataan Ibn ‘Umar.
- 938 Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 3, hlm. 74; al-Quda’i, Musnad, jil. 1, hlm. 236-237, h.n. 372-374; Abu Hilal al-‘Askari, Jamharat al-Amthal, Tah. Muhammad Abu al-Fadl Ibrahim dan ‘Abd al-Majid Qatamish, Dar al- Jil, Bayrut, 1988, jil. 1, hlm. 19; al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 10, hlm. 302; al-Sakhawi, al-Maqasid al- Hasanah, hlm. 426, hn. 1171; al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 2, hlm. 552-553.
- 939 al-Quda’i, Musnad, jil. 1, hlm. 236-237, h.n. 372-374; al-Sakhawi, al-Maqasid al-Hasanah hlm. 426, h.n. 1171.
- 940 Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 3, hlm. 74; al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 10, hlm. 302; al-Sakhawi, al-Maqasid al-Hasanah, hlm. 426, h.n. 1171; al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 2, hlm. 552-553; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 6, hlm. 213-214.