أكثروا الصلاة علي فإن صلاتكم مغفرة لذنوبكم، واطلبوا لي الوسيلة والدرجة الرفيعة فإن وسيلتي عند ربي شفاعة لكم.
“Perbanyaklah shalawat kepadaku! Sesungguhnya shalawat kalian adalah ampunan bagi dosa- dosa kalian dan mintakan untukku wasilah, kedudukan yang tinggi. Sesungguhnya wasilahku di sisi Tuhanku menjadi shafaat bagi kalian.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini seperti yang dikutip oleh al-Suyuti dan al-Hindi dalam Kanz al-‘Ummal, diriwayatkan oleh Ibn ‘Asakir dari Hasan bin ‘Ali. Penulis menemukan bahwa Abu Ya’la meriwayatkannya pula dari Abu Hurayrah melalui Layth bin Abi Sulaym dengan redaksi,
أكثروا الصلاة علي فإن صلاتكم علي زكاة لكم، وسلوا لي الوسيلة. فقيل: يا رسول الله، وما الوسيلة؟ قال: أعلى درجة في الجنة ليس ينالها إلا رجل واحد من الناس، وأنا أرجو أن أكون أنا هو906
“Perbanyaklah shalawat kepadaku! Sesungguhnya shalawat kalian atasku adalah zakat bagi kalian, dan mohonlah wasilah untukku!’ Lantas ditanya, ‘Wahai Rasulullah; apakah wasilah itu?’ Beliau menjawab, ‘Derajat tertinggi di surga. Tidak ada yang dapat menggapainya kecuali hanya satu orang saja dari seluruh manusia dan aku berharap orang itu adalah aku.’”
Hukum Hadis: Da’if.
Terkait riwayat Abu Ya’la, seperti yang dikatakan al-Haythami, bahwa sanadnya da’if, karena terdapat Layth. Layth ini thiqah, akan tetapi mudallis. Layth menurut Ibn Hajar saduq, namun ia mukhtalit (pikun), sehingga tidak bisa membedakan Hadisnya. Karena itu ditinggalkan periwayatannya.907 Dalam riwayat ini, Layth meriwayatkan dari Ka‘b dengan kalimat ‘an (عن).
Menurut kaidah ilmu Hadis, kemungkinan besar sanadnya terputus. Maka sanad ini menjadi da’if. Hadis ini mempunyai shawahid. Namun semuanya mengenai bagian kedua hadis ini, yaitu mengenai al-wasilah. ‘Abd Razzaq, Ahmad dan al-Bazzar meriwayatkan hadis mengenai masalah
ini juga melalui Layth dengan redaksi …الوسيلة لي فسلوا علي صليتم إذا“Jika kalian bershalawat kepadaku, maka mohonkanlah wasilah untukku…”
al-Tirmidhi juga meriwayatkannya melalui Layth dengan redaksi;
(Mohonkanlah wasilah untukku!) tanpa ada redaksi 908علي صليتم إذا
“Jika kalian bershalawat untukku.”سلوا لي الوسيلة Jadi, kata-kata لكم مغفرة أو لكم زكاة علي صلاتكم فإن tidak ditemukan dalam riwayat lain.
Karena itu, riwayat dengan redaksi ini adalah gharib. al-Suyuti maupun al-Hindi tidak memberikan pendapatnya terhadap hadis ini. Begitu pula al-Munawi. Sedangkan al-Albani menghukuminya da’if.909 Penulis menguatkan pendapat yang mengatakan da’if karena alasan seperti yang disebutkan di atas.
- 906Abu Ya’la, Musnad, jil. 11, hlm. 298, h.n. 6414; al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 1, hlm. 180; ‘Ala’ al-Din al-Muttaqi bin Hisham al-Din al-Hindi, Kanz al-‘Ummal fi Sunan al-Aqwal wa al-Af’al, Sunt. Bakar Hayyani dan Safwah al-Saqa’, Mu’assasah al-Risalah, Bayrut, 1989, jil. 1, hlm. 489.
- 907 al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 2, hlm. 144; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 464.
- 908 ‘Abd al-Razzaq, al-Musannaf, jld. 2, hlm. 216, h.n. 3120; Ahmad, Musnad, jil. 2, hlm. 265; al-Haythami, Kashf al-Astar, jil. 1, hlm. 184, h.n. 363; al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Manaqib, Bab Rasulullah Saw. Khatam al- Nabiyyin, h.n. 3616; dan lihat Catatan/ta‘liq Sulaym Asad dalam Musnad Abu Ya’la, jil. 11, hlm. 298-299.
- 909 Ibid; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 2, hlm. 88; al-Albani, Da’if al-Jami’ al-Saghir, jil. 1, hlm. 338, h.n. 1202.