أهل الجنة ثلاثة: ذو سلطان مقسط متصدق موفق، ورجل رحيم رقيق القلب لكل ذي رحم ومسلم، وعفيف متعفف ذو عيال. وأهل النار خمسة: الضعيف الذي لا صبر له عند الشهوات الذين فيكم تبع لا يبغون أهلا ولا مالا، والخائن الذي لا يخفى له طمع وإن دق إلا خانه، ورجل لا يصبح ولا يمسي إلا وهو يخادعك صباحه ومساءه. وذكر البخل والكذب والشنظير الفحاش.
“Penghuni surga itu ada tiga. Pertama, orang yang mempunyai pemerintahan dan kekuasaan yang adil, yang bersedekah dan orang yang dikaruniai ketaatan kepada Allah. Kedua, orang yang pengasih, yang lembut perasaannya terhadap setiap orang yang ada hubungan kerabat dan setiap muslim. Ketiga, orang saleh yang mencegah diri dari yang tidak halal dan tidak patut, yang mempunyai keluarga. Dan penghuni neraka itu ada lima. Pertama, orang yang lemah, yang tidak tahan menghadapi syahwat, tidak mau berkeluarga dan tidak mau bekerja. Kedua, pengkhianat yang tidak menyembuyikan kerakusannya. Ia tidak punya keinginan selain untuk berkhianat, sekalipun barang yang diinginkan itu remeh. Ketiga, orang yang setiap pagi maupun sore selalu menipu dirimu (tentang keluarga dan hartamu). Lalu perawi menyebutkan bahwa Nabi Saw. menyebutkan di antara yang lima itu adalah pelit, pendusta, orang yang berakhlak buruk, dan orang yang berbuat keji.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim dari ‘Iyad bin Himar dalam hadis yang panjang dengan redaksi awalnya,
ألا إن ربي أمرني أن أعلمكم879…
“Ketahuilah sesungguhnya Tuhanku memerintahkanku untuk mengajarkan pada kalian…”
Hukum hadis: Sahih.
- 879 Muslim, Sahih, Kitab al-Jannah, Bab al-Sifah Allati Yu‘raf Biha Ahl al-Jannah, h.n. 2865. Lihat pembahasan mengenai turuq-nya Muhammad bin ‘Abd al-Rahman al-Sakhawi, Takhrij Ahadith al-‘Adilin li Abi Nu’aym, Tah. Mashhur Hasan Salman, Dar ‘Ammar, Amman, 1988, hlm. 67-68, h.n. 17.