جمود العين من قسوة القلوب، وقسوة القلب من كثرة الذنوب، وكثرة الذنوب من نسيان الموت ونسيان الموت من طول الأمل وطول الامل من حب الدنيا وحب الدنيا رأس كل خطيئة
“Keringnya mata, karena kerasnya hati. Kerasnya hati, karena banyaknya dosa. Banyaknya dosa, karena lupa mati. Lupa mati, karena panjangnya angan-angan. Panjangnya angan-angan, karena cinta dunia. Dan cinta dunia adalah sumber segala kesalahan (dosa).”
Takhrij Hadis:
Hadis dengan lafal ini tidak ditemukan perawinya. al-Khubawi tidak menyebutkan sumber rujukannya.729 hadis yang hampir sama maksudnya diriwayatkan oleh Ibn Abi al-Dunya dalam al-‘Uqubat sebagai perkataan Muhammad bin Wasi‘ dengan lafal,
الذنب على الذنب يميت القلب
Dan sebagai perkataan Malik bin Dinar dengan lafal,
ما ضرب عبد عقوبة أعظم من قسوة القلب730
Hadis lain ditemukan dalam kitab Shi’ah sebagai perkataan ‘Ali bin Abi Talib dengan lafal,
ما جفت الدموع إلا لقسوة القلب وما قسوة القلب إلا لكثرة الذنوب731
al-Rawandi dalam Lub al-Hubab seperti yang dikutip oleh al-Nuri dalam Mustadrak al-Wasa’il (Shi’ah) menyebutkan sabda Nabi ‘Isa dengan lafal,
قسوة القلب من جفوة العيون، وجفوة العيون من كثرة الذنوب، وكثرة الذنوب من حب الدنيا، وحب الدنيا رأسكل خطيئة732
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
hadis-hadis yang diriwayatkan Ibn Abi al-Dunya adalah maqtu’ sebagai perkataan dua orang tabi’in. Sedangkan hadis yang disebutkan al-Khubawi dari sudut bahasanya, sama seperti bahasa yang disebutkan Ibn Abi al-Dunya. Artinya, ia bukan sabda Rasulullah Saw. Ia dihukumi palsu, karena menisbahkan perkataan manusia biasa sebagai sabda Rasulullah Saw.
- 729 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 93.
- 730 Ibn Abi al-Dunya, al-‘Uqubat, hlm. 58-59 dan 67, h.n. 70 dan 95.
- 731 al-Tubrusi, Mishkah al-Anwar, hlm. 260.
- 732 al-Nuri, Mustadrak al-Wasa’il, jil. 12, hlm. 96, h.n. 13620.