اعلموا أن الله تعالى لا يقبل الدعاء من قلب غافل
“Dan ketahuilah, bahwa Allah Ta’ala takkan menerima doa dari hati yang lalai.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidhi dan al-Hakim. Keduanya dari Abu Hurayrah melalui Salih al-Murri dengan lafal;
ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة، واعلموا أن الله لا يقبل الدعاء من قلب غافل685
Hukum Hadis: Sangat da’if.
al-Tirmidhi menghukumi hadis ini gharib. Tidak diketahui kecuali melalui jalan ini. al- Hakim mengatakan bahwa hadis ini sanadnya lurus (mustaqim al-isnad). Namun al-Dhahabi tidak menyetujuinya. Beliau mengingatkan bahwa Salih di atas itu ditinggalkan (matruk). al-Suyuti menyebutkan hadis ini dalam al-Jami’ al-Saghir tanpa memberikan pendapat hukumnya.686 Salih adalah Ibn Bushayr bin Wadi‘ yang dikenal dengan al-Murri, seorang tukang cerita (al-qassas). Menurut Ibn al-Madini, ia da’if. Mengikuti pendapat Ahmad, ia tidak mengenal hadis. al-Bukhari mensifatinya munkar al-hadith. Menurut al-Nasa’i ia ditinggalkan (matruk). Ibn ‘Adiy berkata bahwa ia bukan seorang ahli hadis yang tidak sengaja berdusta (la yata‘amad al-kadhib). Ibn Hibban mengatakan bahwa yang nampak pada riwayatnya adalah kepalsuan yang diriwayatkan dari perawi-perawi thabat.687
Melihat kredibilitas Salih seperti di atas, maka riwayatnya sangat da’if. Lebih-lebih lagi, hadis ini tidak diriwayatkan, kecuali melaluinya seperti yang dikatakan oleh al-Tirmidhi. Jadi hadis ini sangat da’if karena sebab di atas.
- 685 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Da’awat, Bab Jami’ al-Du’a’. h.n. 3479: al-Hakim, al- Mustadrak, Kitab al-Du’a’, Bab La Yaqbal Allah al-Du’a’ min Qalb Ghafilin, jil. 1, hlm. 493.
- 686 Ibid; al-Dhahabi, al-Talkhis, jil. 1, hlm. 493; al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 1, hlm. 43.
- 687 al-Razi, al-Jarh wa al-Ta’dil, jil. 4, hlm. 396; Ibn Hibban, al-Majruhin, jil. 1, hlm. 371-373; al-Mizzi,Tahdhib al-Kamal, jil. 13, hlm. 16-22; al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 2, hlm. 289-290.