إذا زنى العبد أو شرب الخمر خرج منه الإيمان فكان فوق رأسه كالظلمة، فإذا فرغ من ذلك العمل رجع إليه الإيمان
“Apabila seorang hamba Allah berzina atau meminum khamer, maka keluarlah iman darinya lalu iman itu berada di atas kepalanya bagaikan payung. Apabila ia telah usai dari perbuatannya itu, maka iman itu kembali lagi kepadanya.”
Takhrij Hadis:
al-Dhahabi menyebutkan hadis ini dalam al-Kaba’ir dengan lafal seperti ini tanpa menyebutkan perawinya. Abu Dawud dan al-Hakim meriwayatkannya dari Abu Hurayrah, akan tetapi dalam lafal keduanya tidak disebutkan kata-kata الخمر شرب أو. al-Tirmidhi menyebutkan hadis ini tanpa sanad dengan lafal seperti lafal Abu Dawud juga dari Abu Hurayrah.600
Hukum Hadis: Sahih
al-Hakim, al-Dhahabi dan al-Suyuti menghukumi hadis ini sahih. Ibn Hajar mengatakan bahwa sanad al-Hakim kuat.601
- 600 Abu Dawud, Sunan, Kitab al-Sunnah, Bab al-Dalil ‘ala Ziyadat al-Iman wa Nuqsanih; h.n. 4690; al- Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Iman, Bab la Yazni al-Zani Wahuwa Mu’min, h.n 2625; al-Hakim, al-Mustadrak, Kitab al-Iman, Bab Idha Zana al-‘Abd Kharaj Minh al-Iman, jil. 1, hlm. 22.
- 601 al-Hakim, al-Mustadrak, Kitab al-Iman, Bab Idha Zana al-‘Abd Kharaj Minh al-Iman, jil 1. hlm. 22; al-Dhahabi, al-Talkhis, jil. 1, hlm. 33; Ibn Hajar, Fath al-Bari, jil. 12, hlm. 61; al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 1, hlm. 87.