ما يبكيك يا عمر؟ قال أبكانى أنا كنا في زيادة من ديننا، فإذا كمل فإنه لايكمل شيء إلا نقص، فقال صدقت.
“Kenapa engkau menangis, wahai ‘Umar?” Jawabnya, ‘Aku menangis, karena dulu kita senantiasa ditambahkan untuk agama kita. Dan apabila agama kita telah sempurna, maka sesungguhnya tak ada sesuatu yang telah sempurna melainkan akan berkurang.’ Maka jawab Nabi Saw., ‘Kau benar.’”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh Ibn Jarir al-Tabari dan Ibn Abi Shaybah, seperti yang dijelaskan oleh al-Suyuti. Keduanya dari ‘Antarah.562
Hukum Hadis: Hasan.
Melihat sanad al-Tabari, didapati sanadnya hasan. Maka hadis ini dihukumi hasan.
- 562 al-Tabari, Tafsir, jil. 9, hlm. 519; al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 2, hlm. 456.