Hadis 218


إن رجلا قال لرسول الله: السلام عليك، فقال وعليك السلام ورحمة الله وقال آخر: السلام عليك ورحمة الله، فقال وعليك

السلام ورحمة الله وبركاته. فقال آخر السلام عليك ورحمة الله وبركاته، فقال: وعليك فقال الرجل: نقصتني فأين ما قال الله تعالى

وتلا الآية (وإذا حييتم بتحية فحيوا بأحسن منها أوردوها530) فقال النبي: إنك لم تترك لي فضلا فرددت عليك مثله

 

“Seseorang berkata kepada Rasulullah Saw., ‘Assalamu‘alaika.’ Maka dijawab Nabi, ‘Wa ‘alaikassalam wa rahmatullah.’ Yang lain berkata, ‘Assalamu‘alaika wa rahmatullah.’ Maka dijawab Nabi, ‘Wa ‘alaikassalam wa rahmatullah wa barakatuh.’ Lalu, yang lain berkata, ‘Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.’ Maka jawab Nabi, ‘Wa ‘alaika.’ Orang itu bertanya; ‘Engkau mengurangi (jawaban pada-ku). Mana yang difirmankan Allah Swt?” Dan ia membaca ayat (wa idza huyyitum bi tahiyyah fahayyu bi ahsana minha aw rudduha), maka jawab Nabi Saw., “Sesungguhnya kamu tidak meninggalkan sisa untukku, maka aku menjawab kepadamu dengan semisalnya.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tabarani dalam al-Kabir dan al-Tabari dalam al-Tafsir. Keduanya dari Salman al-Farisi melalui Hisham bin Lahiq. al-Suyuti dan al-Munawi menjelaskan bahwa hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam al-Zuhd, Ibn al-Mundhir, Ibn Abi Hatim dan Ibn Mardiwayh dari Salman al-Farisi.531 al-Tabarani dalam al-Kabir dan al-Awsat, seperti yang dikatakan al-Haythami, meriwayatkannya juga dari Ibn ‘Abbas melalui Nafi‘ bin Hirmiz.532

Hukum Hadis: Da’if.

Dalam sanad al-Tabari terdapat Hisham bin Lahiq. Menurut al-Nasa’i, ia kuat (qawi). Adapun mengikuti pendapat Ibn Hibban, ia tidak boleh ber-hujjah dengannya (la yajuzu al-ihtijaj bih). Ahmad berkata; “Saya meninggalkan Hadisnya.” Namun al-Dhahabi mengatakan bahwa Ahmad telah meriwayatkan Hadisnya.533 al-Suyuti menghukumi sanad Ibn Mardiwayh dengan hasan. Terkait dengan riwayat dari Ibn ‘Abbas, maka pada sanadnya terdapat Nafi‘ bin Hirmiz. Ia dituduh pendusta oleh Ibn Ma’in. Menurut Abu Hatim, ia ditinggalkan dan dhahib al-Hadith. Adapun mengikuti pendapat al-Haythami, ia sangat da’if. al-Nasa’i berkata bahwa ia tidak thiqah (lays bi thiqah). AHmad, Ibn Hajar dan beberapa ulama lain menyifatinya da’if.534

Sanad riwayat dari Salman adalah da’if yang tidak terlalu. Sedangkan sanad riwayat dari Ibn ‘Abbas adalah da’if yang hampir mendekati sangat da’if. Jadi, riwayat Ibn ‘Abbas ini tidak dapat mengangkat riwayat Salman menjadi hasan li-ghayrih. Karena itu, ia tetap da’if.


  • 530 al-Qur’an, al-Nisa’ 4: 86.
  • 531 al-Tabarani, al-Mu’jam al-Kabir, jil. 6, hlm. 246-247, h.n. 6114; al-Tabari, Tafsir, jil. 5, hlm. 190; al- Suyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 2, hlm. 236; al-Munawi, al-Fath al-Samawi, jil. 2,hlm. 505-507, h.n. 383.
  • 532 al-Tabarani, al-Mu’jam al-Kabir, jil. 11, hlm. 283-284, h.n. 12007; al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 8, hlm. 33.
  • 533 al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 4, hlm. 306.
  • 534 al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 4, hlm. 243-244; Ibn Hajar, al-Kafi al-Shaf, hlm. 36, h.n. 377; al- Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 8, hlm. 33.