Hadis 209


من أحب سنتي فقد أحبني، ومن أحبني كان معي في الجنة.

“Siapa saja yang mencintai sunnahku, maka berarti ia mencintaiku. Dan siapa mencintaiku, ia akan berada di surga bersamaku.”

Takhrij Hadis:

Hadis dengan lafal ini belum ditemukan. Yang ditemukan adalah lafal أحيا sebagai ganti أحب. Penulis menduga bahwa al-Khubawi salah dalam mengutipnya. Sebab secara teks, beliau mengutip hadis ini dari salah satu kitab yang beliau sebutkan sebelum atau setelah beliau menyebutkan hadis ini, yaitu kitab al-Jami’ al-Saghir dan Firdaws al-Akhbar.512 Dalam Firdaws al-Akhbar, hadis ini tidak ditemukan. Sedangkan dalam al-Jami’ al-Saghir, yang ditemukan lafal seperti dijelaskan di atas. Dalam kitab tersebut, al-Suyuti menjelaskan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh al-Sajzi dari Anas.513

Hukum Hadis: Da’if.

Dalam sanad hadis ini, seperti dikatakan oleh al-Munawi, terdapat Khalid bin Anas dan Baqiyyah bin ‘Asim. Seperti yang dikatakan oleh al-Dhahabi, Khalid tidak dikenal dan hadis- hadisnya sangat munkar. Sedangkan Baqiyyah juga tidak dikenal (majhul). hadis ini diriwayatkan dari Baqiyyah bin ‘Asim dari Khalid bin Anas. Jadi sanad hadis ini sangat da’if.514 al-Suyuti menghukumi hadis ini da’if, tetapi al-Munawi secara teks tidak menyetujuinya, sebab sanadnya sangat da’if seperti dijelaskan di atas. Namun beliau menambahkan, dalam bab ini terdapat beberapa hadis lain yang layyin.515 Jadi kemungkinannya al-Suyuti menghukuminya dengan da’if saja, karena ada beberapa shawahid.


  • 512 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 58.
  • 513 al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 2, hlm. 482.
  • 514 al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 6, hlm. 40; al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 1, hlm. 627.
  • 515 al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 2, hlm. 482; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 6, hlm. 40.