من أحب سنتي فقد أحبني، ومن أحبني كان معي في الجنة.
“Siapa saja yang mencintai sunnahku, maka berarti ia mencintaiku. Dan siapa mencintaiku, ia akan berada di surga bersamaku.”
Takhrij Hadis:
Hadis dengan lafal ini belum ditemukan. Yang ditemukan adalah lafal أحيا sebagai ganti أحب. Penulis menduga bahwa al-Khubawi salah dalam mengutipnya. Sebab secara teks, beliau mengutip hadis ini dari salah satu kitab yang beliau sebutkan sebelum atau setelah beliau menyebutkan hadis ini, yaitu kitab al-Jami’ al-Saghir dan Firdaws al-Akhbar.512 Dalam Firdaws al-Akhbar, hadis ini tidak ditemukan. Sedangkan dalam al-Jami’ al-Saghir, yang ditemukan lafal seperti dijelaskan di atas. Dalam kitab tersebut, al-Suyuti menjelaskan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh al-Sajzi dari Anas.513
Hukum Hadis: Da’if.
Dalam sanad hadis ini, seperti dikatakan oleh al-Munawi, terdapat Khalid bin Anas dan Baqiyyah bin ‘Asim. Seperti yang dikatakan oleh al-Dhahabi, Khalid tidak dikenal dan hadis- hadisnya sangat munkar. Sedangkan Baqiyyah juga tidak dikenal (majhul). hadis ini diriwayatkan dari Baqiyyah bin ‘Asim dari Khalid bin Anas. Jadi sanad hadis ini sangat da’if.514 al-Suyuti menghukumi hadis ini da’if, tetapi al-Munawi secara teks tidak menyetujuinya, sebab sanadnya sangat da’if seperti dijelaskan di atas. Namun beliau menambahkan, dalam bab ini terdapat beberapa hadis lain yang layyin.515 Jadi kemungkinannya al-Suyuti menghukuminya dengan da’if saja, karena ada beberapa shawahid.
- 512 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 58.
- 513 al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 2, hlm. 482.
- 514 al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 6, hlm. 40; al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 1, hlm. 627.
- 515 al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 2, hlm. 482; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 6, hlm. 40.