Hadis 206


من صلى علي عشرا إذا أصبح، وعشرا إذا أمسى، آمنه الله تعالى من الفزع الأكبر يوم القيامة، وكان مع الذين أنعم الله عليهم من النبيين والصديقين.

“Siapa yang membaca shalawat untukku sepuluh kali di waktu pagi dan sepuluh kali di waktu sore, maka Allah akan menjaganya dari kengerian terbesar di Hari Kiamat, dan ia akan bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dan para siddiqin.”

Takhrij Hadis:

Hadis dengan lafal seperti ini belum dapat ditemukan perawinya. al-Khubawi mengutipnya dari kitab Zubdah al-Wa’izin.502 al-Sakhawi dalam al-Qawl al-Badi’ menyebutkan hadis ini diriwayatkan oleh al-Tabarani dan Ibn Abi ‘Asim dalam al-Sunnah dari Abu al-Darda’ dengan lafal; من صلى علي حين يصبح عشرا وحين يمسي عشرا أدركته شفاعتي يوم القيامة503

“Siapa yang bershalawat kepadaku pada waktu pagi sepuluh kali dan pada waktu sore supuluh kali, maka ia mendapatkan shafaatku pada Hari Kiamat kelak.”

Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu

al-Haythami dan al-Sakhawi menghukumi sanad al-Tabarani ini da’if, karena terdapat sanad yang terputus. al-Sakhawi menghukumi sanad Ibn Abi ‘Asim ini da’if.504 Sedangkan hadis dengan lafal yang disebut al-Khubawi adalah palsu. Karena, selain tidak ditemukan perawinya, ia dikutip dari kitab yang tidak mu’tabar.


  • 502 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 57.
  • 503 al-Sakhawi, al-Qawl al-Badi’, hlm. 179.
  • 504 Ibid; dan al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 10, hlm. 120.