روي أن سعد بن الربيع أحد نقباء الأنصار نشزت عليه امرأته حبيبة بنت زيد بن أبي زهير فلطمها، فانطلق بها أبوها إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فشكاه، فقال صلى الله عليه وسلم: لتقتص منه . فنزلت ]الرجال قوامون على النساء [438 فقال: أردنا أمرا وأراد الله أمرا، والذي أراده الله خير.
“Diriwayatkan bahwa Sa’ad bin al-Rabi’, salah seorang pemuka Ansar, didurhakai oleh istrinya, Habibah bint Zayd bin Abu Zuhayr. Maka ia pukul istrinya itu. Lalu oleh ayahnya, wanita itu dibawa pada Rasulullah. Mengadulah ia pada beliau. Rasulullah bersabda: “Suruh ia membalasnya!” Maka turunlah ayat ini; ar qowamuuna ala an- nisa’ dan Rasul pun bersabda: “Kami menghendaki suatu hal, sedang Allah menghendaki hal yang lain. Dan yang dikehendaki Allah adalah lebih baik.”
Takhrij Hadis:
Hadis yang merupakan sebab turunnya ayat ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam al- Marasil, Ibn Abi Shaybah dalam al-Musannaf, al-Tabari dan al-Wahidi, semuanya dari Hasan al- Basri secara mursal. al-Suyuti juga mengisyaratkan bahwa hadis ini diriwayatkan juga oleh Ibn al-Mundhir, Ibn Abi Hatim dan ‘Abd bin Humayd, semuanya dari Hasan secara mursal. al-Wahidi dan al-Tha‘alabi, seperti yang diisyaratkan oleh Ibn Hajar, juga menyebutkan hadis ini dari Muqatil tanpa menyebutkan sanad-nya. Namun dalam Tafsir al-Tha‘alabi, Penulis tidak dapat menemukan bahwa ia telah menyebutkan hadis ini.439
Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibn Mardiwayh secara marfu’ dari ‘Ali. Sanad-nya seperti yang disebutkan Ibn Kathir:نا أحمد بن علي النسائي، ثنا محمد بن هبة الله الهاشمي، ثنا محمد بن محمد 440 .الأشعث، ثنا موسى بن جعفر بن محمد، قال ثني أبي عن جدي عن جعفر بن محمد عن أبيه عن علي
Hukum Hadis: Da’if.
Sanad Abu Dawud dan Ibn Abi Shaybah adalah kuat. Namun kualitas hadis ini mursal dan mursal adalah da’if. Sedangkan sanad hadis yang marfu’ itu bercampur (murakkab), yang menandakan bahwa hadis ini lemah.
- 438 al-Qur’an, al-Nisa’ 4: 34.
- 439 Sulayman bin al-Ash’ath Abu Dawud al-Sajastani, al-Marasil, Mu’assasah al-Risalah, Bayrut, 1988, hlm. 221, h.n. 221; Ibn Abi Shaybah, al-Musannaf, Kitab al-Diyat, Bab al-Qisas min al-Rijal wa al-Nisa’, jil. 6, hlm. 377; al-Tabari, Tafsir, jil. 5, hlm. 291; al-Wahidi, Asbab Nuzul al-Qur’an, hlm.144; al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 3, hlm. 270-271; ‘Abd al-RaHman, al-Tha‘alabi, Tafsir al-Tha‘alabi, Mu’assalah al-A’lami li al-Matbu‘at, Bayrut, (t.th.), jil. 1, hlm. 270; Ahmad bin ‘Ali bin Hajar, al-Kafi al-Shaf fi Takhrij Ahadith al-Kashshaf, di akhir kitab Tafsir al-Kashshaf, Maktabah al-Ma’arif, al-Riyad., (t.th.) hlm. 43.
- 440 Ibn Kathir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, jil. 1, hlm. 491.