Hadis 161


إن في الجنة نهرا يقال له رجب أشد بياضا من اللبن وأحلى من العسل، من صام يوما من رجب سقاه الله من ذلك النهار.

“Sesungguhnya di surga ada sebuah sungai yang disebut sungai Rajab, lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu. Siapa berpuasa sehari pada bulan Rajab, maka Allah memberinya minum dari sungai itu.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan Ibn Hibban dalam al-Majruhin dan al-Bayhaqi dalam Fada’il al-Awqat dan al-Shayrazi dalam al-Alqab, seperti diisyaratkan al-Suyuti. Semuanya dari Anas.427

al-Khubawi mengisyatkan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim.428 Tetapi isyarat ini salah, karena al-Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkan hadis ini dan tidak ada seorang ulama Hadispun yang mengisyaratkan ke arah itu, apalagi kualitas hadis ini sangat lemah, bahkan ada beberapa ulama menilainya palsu. Jadi tidak mungkin keduanya meriwayatkan hadis ini.

Hukum Hadis: Da’if.

Hadis ini telah dinilai palsu oleh beberapa ulama seperti Ibn al-Jawzi, al-Dhahabi dan Ibn Hajar dalam Lisan al-Mizan. Sebabnya dalam sanad hadis ini terdapat perawi pendusta, yaitu Mansur bin Yazid. Ibn al-Jawzi mengatakan bahwa dalam sanad-nya banyak perawi yang tidak diketahui.429 al-Suyuti dan Ibn Hajar dalam kitab Tabyin al-‘Ajab hanya men-da’if-kan hadis ini, berbeda dengan penilaiannya terhadap hadis ini dalam Lisan al-Mizan seperti dijelaskan di atas. Ia mengatakan bahwa isnad-nya secara umum lemah, tidak sampai menjadikan hadis ini palsu.430


  • 427 Ibn Hibban, al-Majruhin, jil. 2, hlm. 238; al-Bayhaqi, Fada’il al-Awqat, hlm. 90-91, h.n. 8; al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 1, hlm. 312; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 2. hlm. 470.
  • 428 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 46.
  • 429 Ibn al-Jawzi, al-‘Ilal al-Mutanahiyah, jil. 2, hlm. 65; al-Dhahabi, Mizan al-I‘itidal, jil. 4 hlm. 189; Ibn Hajar, Lisan al-Mizan, jil. 3. hlm. 348.
  • 430 Ibn Hajar, Tabyin al-‘Ajab, hlm. 29; al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 1, hlm. 312.