Hadis 151


إذا أراد الله تعالى بعبده الخير عجل له العقوبة في الدنيا، وإذا أراد بعبده الشر أمسك عليه بذنبه حتى يوافيه يوم القيامة.

“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hamba-Nya, maka Dia segerakan hukumannya di dunia. Dan jika Dia menghendaki keburukan terhadap hamba-Nya, maka Dia tahan dosanya, sehingga Dia membalasnya kelak pada hari Kiamat.”

Takhrij Hadis:

Hadis diriwayatkan oleh al-Tirmidhi, al-Hakim dan Ibn ‘Adiy dari Anas melalui Ibn Lahi’ah dari Sa’ad bin Sinan, Ahmad dari ‘Abdullah bin Mughaffal dan al-Tabarani dari ‘Ammar bin Yasir.409

Hukum Hadis: Sahih li-ghayrih.

al-Tirmidhi menilai hadis ini hasan gharib melalui jalan ini. Dalam sanad al-Hakim dan Ibn ‘Adiy terdapat Ibn Lahi’ah, perawi yang da’if. Begitu pula Sa’ad bin Sinan yang dinilai lemah oleh Ahmad dan Ibn Hibban, karena hadisnya mudtarib. Sedangkan riwayat al-Tabarani, menurut al-Haythami, sanad-nya baik. Akan tetapi al-Munawi mengatakan satu dari sanad al-Tabarani da’if, karena terdapat Hisham bin Lahiq, yang dinilai lemah oleh Ibn Hibban dan hadis-hadisnya ditinggalkan oleh Ahmad. Sedangkan perawi lainnya baik.

Riwayat Ahmad sanad-nya baik menurut al-Haythami dan disetujui oleh al-Munawi. al- Suyuti menilai hadis ini sahih.410 Menurut pendapat Penulis, hadis ini pada dasarnya hasan, seperti yang dikatakan al-Tirmidhi. Namun karena ada beberapa jalur lain yang dapat menguatkan, maka hadis ini menjadi sahih li-ghayrih.


  • 409 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Zuhd, Bab Ma Ja’a fi al-Sabr ‘ala al-Bala’, h.n. 2396; Ahmad, Musnad, jil. 4, hlm. 87; al-Hakim, al-Mustadrak, Kitab al-Ahwal, Bab Dhikr Mablagh al-‘Urq min Ibn Adam Yawm al-Qiyamah, jil. 4, hlm. 608; Ibn ‘Adiy, al-Kamil, jil. 3, hlm. 1192; al-Tabarani, al-Mu’jam al-Kabir, jil. 11, hlm. 248, h.n. 11842; Abu Ya’la, Musnad, jil. 7, hlm. 247, h.n. 4254-4255.
  • 410 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Zuhd, Bab Ma Ja’a fi al-Sabr ‘ala al-Bala’, h.n. 2396; al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 10, hlm. 192; al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 1, hlm. 52.