هلك المسوفون.
“Binasalah orang yang suka menunda-nunda.”
Takhrij Hadis:
Hadis dengan lafaz ini disebutkan al-Samarqandi dalam Tanbih al-Ghafilin. al-Asbahani dalam al-Targhib meriwayatkannya dari Ibn ‘Abbas melalui Thabit bin Muhammad al-Kufi al-‘Abid dengan lafaz:.406احذروا التسويف فإن الموت يأتي بغتة terdapat: dalamnya di النادم ينتظر من الله الرحمة
Hukum Hadis: Hasan.
al-Mundhiri yang menyebutkan hadis ini mengingatkan bahwa pada sanad-nya terdapat Thabit bin Muhammad al-Kufi al-‘Abid. Jika dilihat biografi Thabit, ia memang dinilai lemah oleh al-Hakim, karena ia dianggap tidak dabit. al-Bukhari memasukkan namanya dalam kitab al- Du’afa’. Akan tetapi, hadisnya diriwayatkan oleh al-Bukhari, dalam al-Sahih. Berarti ia thiqah menurut al-Bukhari. Hal ini cukup untuk mengatakan bahwa ia pada dasarnya thiqah, namun tidak berarti semua hadis-hadisnya menjadi sahih. Sebab hanya ulama ‘ilal yang dapat membedakan mana riwayatnya yang sahih dan mana yang bermasalah.407 Namun demikian, sanad ini sekurang-kurangnya Hasan.
Sedangkan al-Samarqandi hanya menyebutkan sebagian sanad-nya. Ibn al-Mubarak dalam al-Zuhd meriwayatkannya sebagai perkataan beberapa orang tabi’in, seperti Hasan al-Basri atau Abu Ishaq.408 Sayangnya, kedua riwayat tersebut tidak dapat menguatkan hadis asal. Kesimpulannya, hadis ini dinilai hasan, dengan tidak menutup kemungkinan lebih kuat dari ini.
- 406 al-Samarqandi, Tanbih al-Ghafilin, hlm. 114, h.n. 126; al-Asbahani, al-Targhib, jil. 1, hlm. 441-442.
- 407 al-Mundhiri, al-Targhib, jil. 4, hlm. 95-96; dan lihat biografi Thabit dalam, al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 1, hlm. 366. Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 133.
- 408 ‘Abd Allah bin al-Mubarak al-Marwazi, al-Zuhd wa al-Raqa’iq, taHqiq Habib al-Rahman, Mu’assasah al-Risalah, Bayrut, t.th, hlm. 4-5, h.n. 8 dan 11.