Hadis 149


كل بني آدم خطاء وخير الخطائين التوابون.

“Seluruh anak cucu Adam gemar berbuat salah dan sebaik-baiknya orang yang gemar berbuat salah adalah mereka yang banyak bertaubat.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidhi, Ibn Majah, Ahmad, al-Darimi, al-Hakim dan al- Bayhaqi dalam al-Shu’ab. Semuanya melalui ‘Ali bin Mas‘adah dari Qatadah dari Anas.404

Hukum Hadis: Da’if.

Hadis ini dinilai sahih oleh al-Suyuti, namun kebanyakan ulama menilainya da’if, karena semua sanad berakhir pada ‘Ali bin Mas‘adah dari Qatadah dari Anas. ‘Ali bin Mas‘adah menurut Ibn Ma’in adalah salih. Menurut Abu Hatim, ia perawi yang periwayatannya tidak bermasalah (laba’sa). Akan tetapi, al-Bukhari berpendapat bahwa ia perawi yang periwayatannya harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Ibn ‘Adiy menyatakan bahwa hadis-hadisnya tidak terjaga (محفوظة غير أحاديثه). al-Nasa’i mensifatinya tidak kuat (بالقوي ليس). Jadi ia da’if. hadis ini telah dinilai da’if oleh al-Tirmidhi, al-Dhahabi, al-‘Iraqi, al-Munawi dan lain-lain.405


  • 404 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab Sifah al-Qiyamah, Bab (tanpa judul no. 49), h.n. 2499; Ibn Majah, Sunan, Kitab al-Zuhd, Bab Dhikr al-Tawbah, h.n. 4251; Ahmad, Musnad, jil. 3, hlm. 198; al-Darimi, Sunan, Kitab al-Riqaq, Bab al-Tawbah; al-Hakim, al-Mustadrak, Kitab al-Tawbah wa al-Inabah, Bab Khayr al-Khatta’in al-Tawwabun, jil. 4, hlm. 244; al-Bayhaqi, Shu’ab al-Iman, jil. 5, hlm. 420.
  • 405 al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 2, hlm. 234; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 5, hlm 16-17; lihat biografi ‘Ali bin Mas‘adah dalam al-Mizzi, Tahdhib al-Kamal, jil. 21, hlm. 129-132; al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 3, hlm. 156.