Hadis 145


قال تعالى: يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك ما كان منك ولا أبالي، يا ابن آدم لو بلغت ذنوبك عنان السماء ثم استغفرتنى غفرت لك ولا أبالي يا ابن آدم لو أتيتني بقراب الأرض خطايا ثم لقيتي لاتشرك بي شيئا لأتيتك بقرابها مغفرة.

“Allah berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya kamu berdoa kepada-Ku dan mengharapkan-Ku, maka Aku ampuni apa-apa yang telah kamu lakukan, dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sekiranya dosa-dosamu mencapai penjuru langit, kemudian memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kamu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sekiranya kamu datang kepada-Ku membawa kesalahan-kesalahan sepenuh bumi, kemudian kamu menemui Aku tanpa menyekutukan sesuatu pun dengan-Ku, niscaya Aku datang kepadamu membawa ampunan sepenuh bumi pula.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidhi dari Anas, al-Darimi dan al-Tabarani dalam al- Du‘a’ dari Abu Dharr, al-Tabarani dalam al-Saghir dan al-Kabir dari Ibn ‘Abbas, juga dalam al- Awsat seperti yang diisyaratkan oleh al-Haythami.395

Hukum Hadis: Hasan

al-Suyuti dan al-Munawi menilai hadis ini sahih. al-Tirmidhi menilainya gharib. hadis ini tidak diketahui kecuali melalui jalan ini. Sanad al-Tabarani dalam al-Kabir dan al-Saghir adalah sama. Menurut al-Haythami pada sanad ini terdapat dua perawi yang bermasalah, Ibrahim bin Ishaq al-Sinni dan Qays bin al-Rabi’. Para ulama berbeda pendapat mengenai kredibilitas keduanya. Sedangkan perawi lainnya termasuk perawi yang sahih.396

Jalur periwayatan (tariq) al-Tabarani dalam al-Du‘a’ adalah sama dengan tariq al-Darimi, yaitu dari ‘Arim Abu al-Nu’man, dari Mahdi bin Maymun, dari Ghaylan bin Jarir, dari Shahr bin Hawshab, dari Mahdi bin Karb, dari Abu Dharr. Dalam sanad ini terdapat Shahr, yang dinilai thiqah oleh Ibn Ma’in dan Ahmad, namun dinilai da’if jika mengikut pendapat Shu’bah, al-Nasa’i, Abu Hatim, Ibn Hibban, Ibn ‘Adiy dan Ibn al-Jawzi. Ibn Hajar menyimpulkannya dengan mengatakan bahwa ia adalah perawi yang jujur, sering meriwayatkan secara mursal dan banyak salah.397 Jadi hadis ini menurut Penulis masih dapat dinilai hasan.


  • 395 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Da’awat, Bab Fadl al-Tawbah, h.n. 3540; al-Darimi, Sunan, Kitab al-Riqaq, Bab Idha Taqarrab al-‘Abd ila Allah; al-Tabarani, al-Du’a’, jil. 2, hlm. 791, h.n. 13; al-Tabarani, al-Mu’jam al-Kabir, jil. 12, hlm. 12, h.n. 12346; Sulayman bin Ahmad bin Ayyub al-Tabarani, al-Mu’jam al-Saghir, Tahqiq Kamal Yusuf al-Hut, Mu’assasah al-Kutub al-Thaqafiyyah, Bayrut, 1986, hlm. 302, h.n. 20; al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 10, hlm. 216.
  • 396 al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 2, hlm. 205; al-Munawi, FayD al-Qadir, jil. 4, hlm. 496.
  • 397 al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 2, hlm. 283-285; Ibn Hibban, al-Majruhin, jil. 1, hlm. 361; ‘Abd al- Rahman bin ‘Ali bin al-Jawzi, al-Du’afa’ wa al-Matrukin, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Bayrut, 1986, jil. 2, hlm. 43; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 269.