Hadis 138


إن الله يقبل توبة العبد مالم يغرغر.

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selagi ia belum tercekik-cekik.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tirmidhi dan Ibn Majah, Ahmad, Ibn Hibban, al-Hakim dan Abu Nu’aym, semuanya dari Ibn ‘Umar. Dalam sanad Ibn Majah, hadis ini diriwayatkan dari Ibn ‘Amru. Akan tetapi, ini salah, seperti yang ditegaskan al-Mizzi. Yang benar adalah Ibn ‘Umar.377

Hukum Hadis: Hasan.

Hadis ini dinilai hasan gharib oleh al-Tirmidhi. al-Mundhiri dalam al-Targhib mengutip bahwa al-Tirmidhi menilai hadis ini hasan saja, tanpa ada kata-kata gharib. Hal ini terjadi karena perbedaan naskah yang ada. Namun Penulis menguatkan teks yang mengatakan hasan gharib. Sebab jalur hadis ini hanya satu, maka ia akan dinilai gharib menurut kaedah al-Tirmidhi, dan al- Mizzi mengutip penilaian al-Tirmidhi dengan hasan gharib. al-Hakim dan al-Dhahabi menilai sahih al-isnad. al-Suyuti dan al-Munawi menilainya hasan.378


  • 377 al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Da’awat, Bab Fadl al-Tawbah wa al-Istighfar, h.n. 3537; Ibn Majah, Sunan, Kitab al-Zuhd, Bab Dhikr al-Tawbah, h.n. 4253; Ahmad, Musnad, jil. 2, hlm. 132 dan jil. 3, hlm. 425; Ibn Hibban, Sahih, Kitab al-Raqa’iq, Bab al-Tawbah, h.n. 262; al-Hakim, al-Mustadrak, Kitab al-Tawbah, Bab Inna Allah Yaghfir li ‘Abdih Ma Lam Yugharghir, jil. 4, hlm. 257; Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 5, hlm. 190; Yusuf bin ‘Abd Rahman al-Mizzi, Tuhfah al-Ashraf fI Ma’rifah al-Atraf, al-Maktabah al-Islamiyah, Bayrut, 1983, jil. 5, hlm. 328.
  • 378 al-Mundhiri, al-Targhib, jil. 4, hlm. 93; al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 1, hlm. 257; al-Munawi, Faydal-Qadir,jil. 2, hlm. 306-307.