ما أصر من استغفر وإن عاد في اليوم سبعين مرة.
“Tidaklah meneruskan dosa orang yang memohon ampun, sekalipun ia mengulangi dosanya tujuh puluh kali dalam sehari.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan al-Tirmidhi, Ibn Sinni dan al-Bayhaqi dalam Shu’abal-iman. Semuanya melalui ‘Uthman bin Waqid dari Abu Nusayrah dari pembantu (مولى) Abu Bakar dari Abu Bakar. Lafaz al-Bayhaqi: يصر لم sebagai ganti dari أصر ما. 369
Hukum Hadis: Da’if.
al-Tirmidhi mengatakan bahwa isnad-nya tidak kuat (بالقوي إسناده ليس). al-‘Iraqi, al-Suyuti dan al-Munawi juga menilainya da’if.370 Sebabnya pada sanad ini terdapat seorang perawi yang tidak dikenali, yaitu pembantu Abu Bakar. al-Munawi menambahkan bahwa ‘Uthman bin Waqid juga di-da’if-kan oleh Abu Dawud. Akan tetapi alasan ini kurang tepat. ‘Uthman adalah thiqah menurut Ibn Ma’in, dan pen-da’if-an Abu Dawud, seperti dijelaskan al-Dhahabi, hanya karena beliau meriwayatkan lafaz yang berlebihan dalam satu hadis. Jadi bukan kepribadiannya yang da’if. 371
- 369 Abu Dawud, Sunan, Kitab al-Du’a’, Bab fi al-Istighfar, h.n. 1514; al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Da’awat, Bab (tanpa judul, no. 107), h.n. 3559; Ibn Sinni, ‘Amal al-Yawm wa al-Laylah, hlm. 141; al-Bayhaqi, Shu’ab al- Iman, jil. 5, hlm. 409, h.n. 7099.