Hadis 133


قال الرجلان: أنت محمد؟ قال: نعم. وقالا أنت أحمد؟ قال: أنا محمد وأحمد. قالا: فأنا نسألك عن شيئ فإن أخبرتنا به آمنا بك وصدقنا لك. قال: فاسألا. قالا: أخبرنا عن أعظم شهادة في كتاب الله! فأنزل الله هذه الآية [شهد الله أنه لا إله إلا هو]363.

“Dua orang pendeta laki-laki berkata: “Apakah engkau Muhammad?” Jawab Nabi, “Ya.” “Apakah engkau Ahmad?” tanya keduanya. Nabi menjawab: “Aku Muhammad dan Ahmad.” Mereka berkata: “Sesungguhnya kami hendak bertanya kepadamu tentang sesuatu. Jika engkau beritahukan kepada kami, maka kami akan beriman kepadamu dan membenarkan engkau.” “Bertanyalah!” kata Nabi. Kedua pendeta itu berkata: “Beritahukanlah kepada kami tentang shahadat terbesar dalam kitab Allah!” Maka Allah menurunkan ayat ini; ‘Shahida Alla annah la ilaha illa Huwa.’”

Takhrij Hadis:

Hadis yang merupakan sebab turunnya ayat ini disebutkan oleh al-Wahidi yang mengutip dari al-Kalbi.364

Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.

al-Kalbi, nama sebenarnya adalah Muhammad bin al-Sa’ib, telah dituduh pendusta oleh kebanyakan ulama Hadis, bahkan Ahmad ketika ditanya kebolehan mengambil tafsir dari al- Kalbi, beliau menjawab tidak. al-Dhahabi mengatakan bahwa tidak boleh menyebutkan namanya dalam kitab, apalagi berhujah dengannya. Karena itulah, al-Suyuti tidak menyebutkan hadis ini dalam tafsirnya dan dalam Mukhtasar Asbab al-Nuzul karangan al-Wahidi. Namun yang aneh adalah, hadis ini disebutkan oleh Ibn al-Jawzi dalam tafsirnya Zad al-Masir. Akan tetapi ia mengisyaratkan bahwa hadis ini merupakan perkataan al-Kalbi.365


  • 363 al-Qur’an, ‘Ali ‘Imran 3: 18.
  • 364 ‘Ali bin Ahmad al-Wahidi, Asbab Nuzul al-Qur’an, Dar al-Kitab al-Jadid, al-Qahirah, 1969, hlm. 86.
  • 365 Ibn al-Jawzi, Zad al-Masir, jil. 1, hlm. 362; lihat biografi al-Kalbi dalam al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 3, hlm. 557-559.