يا أبا بكر إنما أجلسته أعلى منك لآنه ليس في الدنيا أحد يصلي علي أكثر منه، فإنه يقول كل غداة وعشية: اللهم صل على محمد بعدد من صلى عليه ومن لم يصل عليه، وصل على محمد كما تحب أن يصلي عليه، وصل على محمد كما أمرتنا بالصلاة عليه، وصل على محمد كما ينبغي الصلاة عليه، فلذلك أجلسته أعلى منك.
“Wahai Abu Bakar, aku dudukkan pemuda ini lebih dekat dari pada kamu, tidak lain karena di dunia ini tidak seorang pun yang lebih banyak membaca shalawat kepadaku selainnya. Sesungguhnya ia mengucapkan tiap pagi dan petang: “Ya Allah rahmatilah Muhammad sebilangan orang yang bershalawat kepadanya! Rahmatilah Muhammad sebilangan orang yang tidak bershalawat kepadanya! Rahmatilah Muhammad sebanyak shalawat untuknya yang Engkau perintahkan pada kami dan rahmatilah Muhammad sebanyak shalawat yang patut untuknya! Karena itu, aku dudukkan ia lebih dekat dari pada kamu.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Daraqutni dalam kitab al-Afrad sebagaimana diisyaratkan oleh Ibn ‘Arraq dalam Tanzih al-Shari’ah melalui jalan Kadih bin Rahmah. al-Sakhawi mengatakan, hadis ini berasal dari riwayat Abu al-Hasan al-Bakri, Abu Ammarah bin Zayd al- Madani dan Muhammad bin Ishaq al-Muttalibi kemudian dari Rasulullah Saw. 304
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
Hadis ini dinilai munkar oleh Ibn al-Jawzi dalam kitab al-Mudtarib seperti dikutip oleh al-Sakhawi yang sekaligus menegaskan bahwa ia bukan setingkat munkar, akan tetapi batil. Ibn ‘Arraq juga menilainya palsu karena perawinya, yaitu Kadah bin Rahmah adalah seorang pendusta. Menurut al-Hakim dan Abu Nu’aym, ia meriwayatkan hadis-hadis palsu dari Mis‘ar dan al-Thawri.305
- 304 Ibn ‘Arraq, Tanzih al-Shari’ah, jil. 2, hlm. 328; al-Sakhawi, al-Qawl al-Badi’, hlm 73.
- 305 Ibid; lihat biografi Kadih bin Rahmah dalam al-Dhahabi, Mizan al-I‘itidal, jil. 3, hlm. 399; Ibn Hajar, Lisan al-Mizan, jil. 4, hlm. 481.