Isma’il Basha dalam kitab yang telah disebutkan di atas menulis biografi al-Khubawi
tanpa menyebutkan satu gelar pun seperti al-‘Allamah, al-Shaykh, al-Imam dan sebagainya yang
sering digunakan ketika ia menuliskan biografi ulama ternama lainnya.
‘Umar Rida Kahhalah dalam Mu’jam al-Mu’allifin memuji al-Khubawi dengan
memberikan gelar wa’iz (pemberi nasihat), mufassir (ahli tafsir), dan muhaddith (ahli Hadis).5
Pemberian gelar tersebut cukup beralasan karena kitab D.N. mencakup banyak nasihat, tafsir, dan
hadis. Menurut hemat Penulis, al-Khubawi lebih tepat diberi gelar wa’iz
- 5 Kahhalah, Mu’jam al-Mu’allifin, jil. 6, hlm. 252.