من صام اليوم األخري من ذي احلجة واليوم األول من احملرم فقد ختم السنة املاضية وفتح السنة القابلة ابلصوم وجعل هللا له كفارة مخسني سنة.
“Siapa yang berpuasa pada hari akhir dari bulan Dhulhijjah dan hari pertama dari bulan
Muharram, maka ia telah mengakhiri tahun yang lewat dan membuka tahun yang datang dengan
berpuasa dan (puasanya itu) dijadikan Allah sebagai penebus dosa baginya selama lima puluh
tahun.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh Ibn al-Jawzi dalam al-Mawdu’at dari Ibn ‘Abbas melalui
Ahmad bin ‘Abd Allah al-Juwaybari dari Wahab bin Wahab.1833 al-Shawkani dalam al-Fawa’id
menjelaskan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Ibn Majah dari Ibn ‘Abbas dan di dalam sanadnya
terdapat dua orang pendusta. al-Shawkani dalam hal ini salah, sebab Ibn Majah tidak
meriwayatkan hadis ini dan tidak seorangpun dari ulama hadis yang menjelaskan bahwa Ibn
Majah meriwayatkan hadis ini. Selain itu, kedua perawi yang dituduh pendusta bukanlah perawi
yang hadisnya diriwayatkan oleh Ibn Majah.1834
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
Dalam sanad hadis ini terdapat dua orang pendusta, yaitu al-Juwaybari dan Wahab bin
Wahab. Keduanya telah dituduh sebagai pendusta. Bahkan Wahab bin Wahab dinilai oleh Ibn alJawzi sebagai salah seorang pendusta besar. Sedangkan al-Juwaybari dituduh pendusta oleh
semua ulama hadis. al-Dhahabi mengatakan bahwa hadis ini buatan al-Juwaybari atau gurunya, yaitu Wahab.1835 hadis ini telah dihukumi mawdu’ oleh Ibn al-Jawzi, al-Dhahabi, al-Suyuti, alShawkani, Ibn ‘Arraq dan Ibn Tahir al-Maqdisi.1836
- 1833 Ibn al-Jawzi, al-Mawdu’at, jil. 2, hlm. 198.
- 1834 al-Shawkani, al-Fawa’id al-Majmu‘ah, hlm. 96; lihat Ibn Majah, Sunan, Kitab al-Sawm, Bab Siyam Yawm‘Ashura, h.n. 1730 dan 1738.
- 1835 Lihat biografi al-Juwbari dalam al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 1, hlm. 106-108; al-Halabi, Kashf alHathith, hlm. 46-47; dan biografi Wahb bin Wahb dalam al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 4, hlm. 353-354; al-Halabi,al-Kashf al-Hathith, hlm. 276.
- 1836 Ibn al-Jawzi, al-Mawdu’at, jil. 1, hlm. 198; al-Dhahabi, Tartib al-Mawdu’at, hlm. 181, h.n. 583; ak-Suyuti,al-La’ali, jil. 2, hlm. 108; al-Shawkani, al-Fawa’id al-Majmu‘ah, hlm. 96; Ibn ‘Arraq, Tanzih al-Shari’ah, jil. 2, hlm.148; Ibn Tahir al-Maqdisi, Tadhkirah al-Mawdu’at, hlm. 118.