Hadis 769


صوم العبد معلق بني السماء واألرض حىت يؤدي صدقة الفطر، وإذا أدى صدقة الفطر جعل هللا له جناحني أخضرين يطري هبما
إىل السماء السابعة، مث أيمر هللا تعاىل أن جيعل يف قنديل من قناديل العرش حىت أييت صاحبه.

“Puasa seorang hamba tergantung di antara langit dan bumi, sampai ia menunaikan zakat Fitrah.
Dan apabila ia telah menunaikan zakat Fitrah, maka Allah memberikan dua pasang sayap hijau
kepadanya untuk terbang ke langit yang ke tujuh, kemudian Allah Ta’ala memerintahkan agar
puasa itu ditempatkan di dalam sebuah lampu di antara lampu-lampu ‘Arash, sampai datang
pemiliknya kelak.”

Takhrij Hadis:

Hadis dengan redaksi ini belum dapat ditemukan. al-Khubawi menukilnya dari kitab
Tanbih al-Ghafilin atau Zubdah al-Wa’izin. Namun ia tidak ditemukan dalam kitab Tanbih alGhafilin. Ini berarti ia dinukil dari kitab Zubdah al-Wa’izin.1805 Bagian pertama dari hadis ini,
seperti yang disebutkan oleh al-Mundhiri dalam al-Targhib, al-Suyuti dalam al-Durr al-Manthur
dan hadis seumpama ini diriwayatkan oleh Ibn Shahin dalam kitab Fada’il Ramadan dan dari Jarir
dengan redaksi,

صوم شهر رمضان معلق بني السماء واألرض، وال يرفع إال بزكاة الفطر

al-Hindi menambahkan bahwa ia juga diriwayatkan oleh al-Diya’ dalam al-Mukhtarah
dan Ibn Sasari dalam al-Amali dari Jarir. Redaksi Ibn Sasari رمضان شهر إن sebagai ganti شهر صوم
.رمضان1806
al-Hindi juga menjelaskan hadis ini diriwayatkan oleh al-Daylami, al-Khatib dan Ibn
‘Asakir. Semuanya dari Anas. Redaksi al-Daylami,

صيام الرجل معلق بني السماء واألرض حىت يؤدي صدقة الفطر

Sedangkan redaksi al-Khatib dan Ibn ‘Asakir,

 ال يزال صيام العبد معلق بني السماء واألرض حىت يؤدي صدقة الفطر1807

Hukum Hadis: Munkar, amat da’if dengan redaksi ini.

Riwayat dari Jarir, al-Mundhiri menghukumi hadis Ibn Shahin dengan gharib, namun
sanadnya baik.1808 Sedangkan redaksi yang disebutkan oleh al-Khubawi amat gharib, bahkan
munkar. Redaksinya tidak ditemukan dalam kitab hadis mu’tabar, yang meriwayatkan atau
menyebutkan hadis ini. Penulis menduga bahwa penambahan redaksi,

وإذا أدى صدقة الفطر …

adalah dari para tukang cerita (القصاص (yang banyak mencampurkan hadis-hadis Rasulullah Saw.
dengan cerita-cerita isra’iliyyat.


  • 1805 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 295.
  • 1806 al-Mundhiri, al-Targhib, jil. 2, hlm. 152; al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 1, hlm. 609; al-Hindi, Kanz al-‘Ummal, jil. 8, hlm. 551, h.n. 24124.
  • 1807 al-Hindi, Kanz al-‘Ummal, jil. 8, hlm. 552, h.n. 24129 – 24130; al-Daylami, Firdaws al-Akhbar, jil. 2, hlm.395, hn. 3754; al-Khatib, Tarikh Baghdad, jil. 9, hlm. 121.
  • 1808 Ibid.