Hadis 412


من استيقظ من النوم فقال لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، سبحان الله والحمد لله والله أكبر ولاحول ولا قوة إلا بالله العلي الظيم، رب اغفر لي ولوالدي وللمؤمنين والمؤمنات فقد غفر له ربه .

“Siapa yang bangun dari tidurnya membaca, ‘Tiada Tuhan selain Allah, Dialah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah. Segala puji bagi Allah. Allah Mahabesar, tiada daya dan upaya kecuali dengan Allah yang Mahaluhur dan Maha Agung. Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan orangtuaku, serta orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan!’, maka Tuhannya akan mengampuninya.”

Takhrij Hadis:

Hadis dengan redaksi ini belum dapat ditemukan perawinya, termasuk dalam kitab-kitab khusus mengenai doa seperti karangan al-Nasa’i, Ibn Sunni, al-Tabarani, al-Nawawi, Abu Bakar al-Tartusi dan Shaykh ‘Abd Allah Siraj al-Din. al-Khubawi mengutipnya dari kitab Zubdah al-Wa’izin atau Shir‘ah al-Islam.970 Sedangkan makna bagian pertama hadis ini ditemukan diriwayatkan oleh Ibn Sunni dalam ‘Amal al-Yawm dengan sanad yang da’if, seperti dikatakan oleh ‘Abd Allah Siraj al-Din. Redaksinya,

ما من عبد يقول حين رد الله إليه روحه – أي عندما يستيقظ :- لآ إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، إلا غفر الله له ذنوبه ولو كانت مثل زبد البحر971

“Tidaklah seorang hamba berkata ketika Allah kembalikan ruhnya kepadanya, artinya ketika bangun tidur, ‘Tiada Tuhan selain Allah, Dialah yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu,’ melainkan Allah mengampuni semua dosanya meskipun seperti buih di lautan.”
Hukum Hadis:

Hukum hadis ini belum dapat dipastikan. Seperti yang akan dijelaskan pada bab ketiga nanti, hadis-hadis seperti ini lebih mendekati hadis palsu.


  • 970 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 141.
  • 971 Ibn Sunni, ‘Amal al-Yawm, hlm. 6-7, h.n. 10; ‘Abd Allah Siraj al-Din, al-Du’a’, hlm. 40-41.