من تواضع رفعه الله، ومن تكبر وضعه الله.
“Siapa yang rendah hati, maka Allah akan mengangkatnya dan siapa yang tinggi hati, maka Allah akan menjatuhkannya.”
Takhrij Hadis:
Hadis dengan redaksi seperti ini disebutkan oleh al-Ghazali dalam al-Ihya‘. al-‘Iraqi menjelaskan, hadis ini diriwayatkan oleh al-Bazzar dari Talhah, oleh al-Tabarani dari ‘A’ishah, dan oleh Ahmad dan Abu Ya’la dari Abu Sa’id.941 Redaksi al-Bazzar adalah sebagai berikut:
من اقتصد أغناه الله، ومن بذر أفقره الله، ومن تواضع رفعه الله، ومن تجبر خصمه الله.
“Siapa yang hemat, maka Allah akan menjadikannya kaya. Siapa yang boros, maka Allah akan menjadikannya fakir. Siapa yang rendah hati, maka Allah akan mengangkatnya. Siapa yang tinggi hati, maka Allah akan memusuhinya.”
Redaksi dari riwayat Ahmad dan Abu Ya’la dari Abu Sa’id melalui Warrad, begitu pula Ibn Majah adalah942:
من يتواضع لله سبحانه درجة رفعه الله درجة، ومن يتكبر على الله درجة يضعه الله به درجة حتى يجعله فى أسفل سافلين .
“Siapa yang merendah kepada Allah Swt. satu derajat, maka Allah akan mengangkatnya satu derajat. Siapa yang sombong di hadapan Allah satu derajat, maka Allah akan jatuhkan ia satu derajat, hingga menjadikannya di dasar yang paling bawah.”
Hukum Hadis: Sahih li- ghayrihi.
Riwayat melalui Talhah adalah da’if, karena seperti yang dikatakan al-Haythami; “Hanya dua perawi dalam sanad ini yang saya kenali”. Demikian juga dengan riwayat dari Abu Sa’id, karena ia diriwayatkan melalui Darraj Abu Samah. Akan tetapi hadis ini mempunyai beberapa shawahid yang kuat, diantaranya seperti diriwayatkan oleh Muslim, al-Tirmidhi dan lain-lain, dari Abu Hurayrah dengan redaksi: 943الله رفعه إلا أحد تواضع ما
“Tidaklah seseorang rendah hati, melainkan akan diangkat oleh Allah.”
Karena itu, hadis ini boleh dihukumi sahih li -ghayrih, karena dikuatkan oleh shawahid.
- 941 al-Ghazali, al-Ihya’, jil. 3, hlm. 421; al-‘Iraqi, al-Mughni, jil. 3, hlm. 421.
- 942 Ibn Majah, Sunan, Kitab al-Zuhd, Bab al-Bara’ah min al-Kibr, h.n. 4176; Ahmad, Musnad, jil. 3, hlm. 76; al-Haythami, Kashf al-Astar, jil. 4, hlm. 232-233, h.n. 3605; Abu Ya’la, Musnad, jil. 2, hlm. 358-359, h.n. 1109.
- 943 Muslim, Sahih, Kitab al-Birr wa al-Silah, Bab Istihbab al-‘Afw wa al-Tawadu’, h.n. 2588; al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Birr wa al-Silah, Bab Ma Ja’a fi al-Tawadu’, h.n. 2529