قلنا: اي رسول هللا أال أنمر ابملعروف حىت نعمل به كله، وأال ننهى عن املنكر حىت جنتنبه كله؟ قال عليه الصالة والسالم: بل
مروا ابملعروف وإن مل تفعلوا به كله، واهنوا عن املنكر وإن مل جتتنبوه كله.
“Kami bertanya, ya Rasulallah, benarkah kita tidak perlu menyuruh yang makruf sampai kita
melakukan sepenuhnya dan benarkah kita tidak perlu mencegah kemungkaran sampai kita
menjauhi sepenuhnya?’ Jawab Rasul, ‘Bahkan suruhlah yang makruf, sekalipun kamu tidak melakukan sepenuhnya dan cegahlah kemungkaran sekalipun kamu tidak menjauhi
sepenuhnya!’”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tabarani dalam al-Saghir dan al-Awsat seperti yang
dikatakan al-Haythami, dari Anas melalui ‘Abd al-Salam bin ‘Abd al-Quddus bin Habib dari
bapaknya. al-Bayhaqi dalam al-Shu’ab melalui Talhah bin ‘Amru al-Makki dari ‘Ata’ dari Abu
Hurayrah. Redaksi ini adalah redaksi al-Tabarani dalam al-Saghir.1787
Hukum Hadis: Amat da’if.
al-Haythami mengatakan bahwa dalam sanad al-Tabarani terdapat ‘Abd al-Salam dan
bapaknya. Keduanya da’if. ‘Abd Salam bin ‘Abd al-Quddus, menurut Abu Hatim, ia da’if.
Menurut Abu Dawud lays bi shay’ dan anaknya lebih parah daripada dirinya. Ibn Hibban
menuduhnya sebagai perawi yang meriwayatkan hadis-hadis mawdu’. Ibn ‘Adiy berkata
mayoritas hadis yang diriwayatkannya tidak terjaga (ghayr mahfuz). Ibn Hajar menyimpulkannya
da’if. Sedangkan bapaknya, yaitu ‘Abd al-Quddus bin Habib al-Shami. Menurut ‘Abd al-Razzaq,
ia dianggap dusta oleh Ibn al-Mubarak. Menurut pendapat al-Fallas, ulama sepakat meninggalkan
Hadisnya. al-Nasa’i menilainya tidak thiqah (lays bi thiqah). Ibn ‘Adiy berkata hadis-hadisnya
secara matan dan sanad munkar.1788 Jadi sanad ini amat da’if.
Sedangkan pada sanad al-Bayhaqi terdapat Talhah bin ‘Amru al-Makki. Ia da’if menurut
pendapat Ibn Ma’in, Abu Zur’ah dan beberapa ulama lain. Abu Hatim berpendapat bahwa ia tidak
kuat (lays bi qawiy). Ibn ‘Adiy berkata mayoritas periwayatannya tidak diikuti perawi lain (la
yutaba’). Ahmad, al-Nasa’i dan Ibn Hajar menilainya matruk (ditinggalkan).1789 Jadi sanad ini
pun amat da’if. al-Suyuti menghukumi hadis ini hasan. Sedangkan al-Munawi mengingatkan
da’if-nya sanad hadis ini dengan menukil pendapat al-Haythami di atas dan pendapat Ibn Hajar
yang mengatakan bahwa ‘Abd al-Quddus da’if.1790
- 1787 al-Tabarani, al-Mu’jam al-Saghir, hlm. 352, h.n. 960; al-Bayhaqi, Shu’ab al-Iman, jil. 6, hlm. 89, h.n.
7570. - 1788 Lihat biografi ‘Abd al-Salam dalam al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 2, hlm. 617; Ibn Hajar, Taqrib alTahdhib, hlm. 355; biografi ‘Abd al-Quddus dalam al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 2, hlm. 643.
- 1789 al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 2, hlm. 340-342; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 283.
- 1790 al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 7, hlm. 277; al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 2, hlm. 462; alMunawi, Fayd al-Qadir, jil. 5, hlm. 522.