Hadis 464


من هتاون ابلصالة مع اجلماعة عاقبه هللا تعاىل ابثنيت عشرة بلية: ثالث يف الدنيا وثالث عند املوت وثالث يف القرب وثالث يومالقيامة. أما الثالث الذي يف الدنيا، فاألوىل: يرفع هللا الربكة من كسبه ورزقه. والثانية: ينزع منه نور الصاحلني. والثالثة: يكونمبغوضا يف قلوب املؤمنني. وأما اليت عند املوت، فاألوىل: يقبض روحه عطشان ولو شرب ماء األهنار. والثانية: يشتد عليه نزعروحه. والثالثة: خياف عليه من زوال اإلميان – نعوذ ابهلل تعاىل .- وأما اليت عند القرب، فاألوىل: يضيق عليه سؤال منكر ونكري.والثانية: تشتد عليه ظلمة القرب. والثالثة: يضيق قربه حىت تنضم أضالعه. وأما اليت يف يوم القيامة، فاألوىل: يشتد عليه حسابه.والثانية: يغضب عليه ربه. والثالثة: يعاقبه ابلنار- نعوذ ابهلل تعاىل – .

“Siapa meremehkan shalat berjamaah, maka Allah Ta’ala akan menghukumnya dengan dua belas
macam bencana; tiga di dunia, tiga di kala mati, tiga dalam kubur dan tiga pada Hari Kiamat.
Adapun tiga bencana di dunia ialah: Pertama, Allah menghilangkan keberkahan dari pekerjaan
dan rezekinya, Kedua, Allah mencabut darinya cahaya orang-orang saleh. Dan ketiga ia menjadi
orang yang dibenci dalam hati kaum mukminin. Adapun tiga bencana di kala mati ialah: Pertama,
ia dicabut nyawanya dalam keadaan kehausan sekalipun ia meminum air sungai. Kedua,
diberatkan atasnya pencabutan nyawanya. Dan ketiga, dikhawatirkan ia akan kehilangan iman,Kita memohon perlindungan pada Allah Ta’ala. Adapun tiga hukuman dalam kubur, ialah:
Pertama, dipersulit atasnya pertanyaan Munkar dan Nakir. Kedua, diperhebat atasnya kegelapan
kubur. Dan ketiga, dihimpitkan tubuhnya hingga tulang-tulang rusuknya terkumpul (menjadi
satu). Adapun tiga bencana pada hari Kiamat, ialah: Pertama, diperberat atasnya hisabnya.
Kedua, dimurkai oleh Tuhannya. Dan, ketiga Allah menghukumnya dengan neraka. Kita
memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini dikutip al-Khubawi dari kitab Kanz al-Akhbar, tanpa menyebutkan
perawinya.1097

Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.

Hadis ini dapat dihukumi palsu. Sebab selain karena belum ditemukan dalam kitab-kitab
yang mu’tabar, ciri palsunya cukup jelas yaitu bahasanya yang lemah (rakakah lafzih) yang
menunjukkan bahwa ini bukan sabda Rasulullah Saw.


  • 1095 Hlm. 552, 606 dan 661.
  • 1096 Hlm. 126.