Hadis 238


قال علي رضى الله تعالى عنه أن رسول الله فى آخر نفسه حرك شفتيه مرتين، فألقيت سمعى فسمعته يقول خفية أمتي أمتي.

‘Ali r.a. berkata, ‘Sesungguhnya pada akhir nafasnya, Rasulullah menggerakkan kedua bibirnya dua kali. Maka aku pasang telingaku, sehingga aku mendengarnya berkata lirih; “Umatku.. Umatku..”

Takhrij Hadis:

Hadis dengan lafal seperti ini belum dapat ditemukan, baik yang diriwayatkan dari ‘Ali maupun yang lainnya. Apa yang diketahui dari riwayat ‘Ali adalah seperti pada hadis sebelum ini, yaitu hadis ke 237.

Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.

Hadis ini boleh dihukumi palsu dengan beberapa alasan: Pertama, ia belum ditemukan. Kedua, kalaupun dapat ditemukan perawinya, kandungan hadis ini bertentangan dengan hadis sahih yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, al-Tirmidhi, Ibn Majah dan lain-lain dari ‘A’ishah bahwa kata-kata terakhir yang disabdakan baginda adalah;

pada riwayat lain dalam al-Bukhari, Muslim dan Ibn Majah, lafal lain dalam riwayat al-Bukhari dan Ibn Majah,

في الرفيق الأعلى اللهم اغفرلي وارحمني وألحقني مع الرفيق الأعلى بالرفيق الأعلى581

Ketiga, Ibn al-Jawzi dan Ibn Hajar mengatakan bahwa kata-kata Baginda Saw. adalah hadis seperti riwayat ‘A’ishah di atas. Ibn Hajar menegaskan bahwa hadis yang diriwayatkan oleh al-Hakim dan Ibn Sa’ad melalui beberapa jalur yang menyatakan bahwa Rasulullah Saw. meninggal di pangkuan ‘Ali adalah hadis-hadis yang diriwayatkan oleh golongan Shi’ah yang tidak patut dijadikan pegangan.582


  • 581 al-Bukhari, Sahih, Kitab al-Maghazi, Bab Marad al-Nabi Saw. wa Wafatih, h.n. 4436, 4 437, 4440 dan lih. h.n, 4451, 4463 dan 5674; Muslim, Sahih, Kitab al-Salam, Bab Istihbab Ruqiyyat al-Marid, h.n. 2191; al- Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Da’awat, Bab (tanpa judul, no. 76), h.n. 3496; Ibn Majah, Sunan, Kitab al-Jana’iz, Bab Dhikr Marad al-Rasul Saw, h.n. 1619; al-Hakim, al-Mustadrak, Kitab al-Maghazi, Bab Akhir Wasiyyah al-Nabi Saw al-Salah, jil. 3, hlm. 57.
  • 582 ‘Abd al-Rahman bin ‘Ali bin al-Jawzi, al-Thabat ‘ind al-Mamat, Dar al-Fikr al-Lubnani, Bayrut, 1992, hlm. 66; Ibn Hajar, Fath al-Bari, jil. 8, hlm. 138-139.