من صلى علي في كتاب لم تزل الملائكة يستغفرون له ما دام إسمي في ذلك الكتاب
“Siapa saja yang menulis shalawat padaku dalam sebuah buku, maka para malaikat senantiasa memohonkan ampun untuknya selama namaku masih tertera dalam buku itu.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tabarani dalam al-Awsat, al-Khatib dalam Sharaf Ashab al-Hadith dan al-Asbahani dalam al-Targhib. al-Sakhawi menjelaskan bahwa hadis ini juga diriwayatkan oleh Abu al-Shaykh dalam al-Thawab, al-Mustaghfiri dalam al-Da‘awat dan al- Tamimi dalam al-Targhib. Kesemuanya dari Abu Hurayrah dengan lafal-lafal sedikit berbeda.539
Hukum Hadis: Da’if.
al-Haythami menjelaskan bahwa dalam sanad al-Tabarani terdapat Bishr bin ‘Ubayd al- Darisi. Ia dituduh pendusta oleh al-Azdi dan lainnya. Ibn al-Jawzi menghukumi hadis ini palsu, begitu pula Ibn Kathir dan al-Dhahabi, seperti yang dikutip al-Sakhawi.540 al-Suyuti menolak hadis ini disebut palsu, sebab meskipun Bishr dituduh pendusta, namun hadisnya mempunyai mutaba’ah seperti yang diriwayatkan al-Khatib dalam Sharaf Ahl al-Hadith, juga oleh al-Numayri dalam al-A’lam.541
al-‘Iraqi menghukumi sanad al-Tabarani, Abu al-Shaykh dan al-Mustaghfiri ini da’if. al- Zabidi juga menghukumi sanad riwayat al-Tamimi, al-Khatib dan Ibn Bashkuwal dengan da’if. Sedangkan riwayat al-Asbahani, pada sanadnya terdapat Nahshal dan Kadih. Keduanya pendusta seperti yang dikatakan oleh al-Suyuti.542 Kesimpulannya, riwayat al-Tabarani dan al-Asbahani mawdu’, sebab pada sanadnya terdapat perawi yang dituduh pendusta. Namun, riwayat yang lainnya adalah da’if, seperti dikatakan al-‘Iraqi, al-Zabidi dan al-Suyuti. Jadi, hadis ini boleh dihukumi da’if.
- 539 al-Asbahani, al-Targhib, jil. 1, hlm. 330, h.n. 1697; al-Khatib, Sharaf Ahl al-Hadith, hlm. 36, al- Sakhawi, al-Qawl al-Badi’, hlm. 355.
- 540 al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 1, hlm. 136; Ibn al-Jawzi, al-Mawdu’at, jil. 1, hlm. 228; al-Suyuti, al-La’ali, jil. 1, hlm. 201-205; al-Sakhawi, al-Qawl al-Badi’, hlm. 355.
- 541 al-Suyuti, al-La’ali, jil. 1, hlm. 201-205.
- 542 al-‘Iraqi, al-Mughni, jil. 1, hlm. 403; al-Zabidi, Ittihaf al-Sadah al-Muttaqin, jil. 5, 50; al-Suyuti, al-La’ali, jil. 1, hlm. 201-205.