من تمسك بسنتي عند فساد أمتي فإنه أجر مائة شهيد.
“Siapa berpegang teguh pada sunnahku di kala umatku rusak, maka ia memperoleh pahala setara seratus orang mati shahid.”
Takhrij Hadis:
Hadis dengan lafal ini diriwayatkan oleh al-Bayhaqi dalam al-Zuhd dan Ibn ‘Adiy melalui Hasan bin Qutaybah. Seperti yang dijelaskan oleh al-Mundhiri, al-Tabarani dalam al-Awsat dan
Abu Nu’aym, meriwayatkannya melalui jalur berbeda dari Abu Hurayrah, tetapi tanpa kata-kata
مإئة. Lafalnya adalah شهيد اجر فله.523
Hukum Hadis: Sangat Da’if.
Sanad al-Bayhaqi dan Ibn ‘Adiy sangat da’if. Hasan bin Qutaybah, menurut Ibn ‘Adiy, tidak terlalu bermasalah (arju annahu la ba’sa bih). Tetapi al-Dhahabi menolak pendapat ini dengan mengingatkan bahwa ia binasa (halik). Menurut al-Daraqutni, hadisnya ditinggalkan (matruk al-hadith). Abu Hatim berpendapat ia da’if. al-‘Uqayli berkata, “Ia banyak salah duga (kathir al-awham)”.
Dalam sanad al-Tabarani dan Abu Nu’aym yang meriwayatkannya dari al-Tabarani, terdapat ‘Abd al-‘Aziz bin Abi Ruwwad dan Mahmud bin Salih. ‘Abd al ‘Aziz menurut pendapat Abu Hatim adalah saduq (tepercaya). Ahmad berkata, ia salih al-hadith. Tetapi ia dituduh sesat dalam akidah, karena mengikuti paham Murji’ah. Ibn Hibban mengatakan bahwa ia meriwayatkan dari Nafi‘ dari Ibn ‘Umar naskah yang palsu. Namun hadis-hadisnya boleh diuji (yu’tabar minh). Sedangkan Mahmud bin Salih al-Haythami mengatakan bahwa ia tidak menemukan biografinya. Karena itu, riwayat ini tidak dapat menguatkan riwayat al-Bayhaqi. Selain itu, ada perbedaan yang jelas dalam bilangan pahala yang dijanjikan. Dari sisi teks, al- Mundhiri men-da’if-kan hadis ini. al-Albani menghukumi hadis ini sangat da’if.524 Penulis menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa hadis ini sangat da’if dengan sebab seperti yang telah dijelaskan di atas.
- 523 Ahmad bin Husayn bin ‘Ali al-Bayhaqi, al-Zuhd al-Kabir, Tah. ‘Amir Ahmad Haydar, Muassasah al- Kutub al-Thaqafiyyah, Bayrut, 1933, hlm.151, h.n. 209; Ibn ‘Adiy, al-Kamil, jil. 2, hlm 739; Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 8, hlm. 200; al-Mundhiri, al-Targhib, jil. 1, hlm. 80.
- 524 al-Mundhiri, al-Targhib, jil. 1, hlm. 80; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 1, hlm. 80; al-Albani, Silsilah al-Ahadith al-Da’ifah, jil. 1, hlm. 33, h.n. 326; lihat boigrafi ‘Abd ‘Aziz bin Abi Ruwwad dalam al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 2, hlm. 628-629; dan biografi Muhammad bin Salih dalam al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 1, hlm.518-519.