Hadis 644


أعدى عدوك نفسك اليت بني جنبيك.

“Musuhmu yang paling jahat ialah nafsumu sendiri, yang ada di antara kedua sisimu.”

Takhrij Hadis:

Hadis dengan redaksi ini diriwayatkan oleh al-Bayhaqi dalam al-Zuhd dari Ibn ‘Abbas
melalui ‘Abd al-Rahman bin Ghazawan.1525
al-Daylami juga meriwayatkannya dari Abi Malik al-Ash‘ari dengan redaksi,

ليس عدوك الذي إذا قتلك أدخلك اجلنة، وإذا قتلته كان لك نورا، وأعدى عدو لك نفسك اليت بني جنبيك وامرأتك اليت
تضاجعك على فراشك وولدك الذي من صلبك، فهؤالء أعدى عدو لك1526

Hukum Hadis: Sangat da’if.

al-‘Iraqi mengatakan bahwa pada sanadnya (al-Bayhaqi) terdapat ‘Abd al-Rahman bin
Ghazawan. Menurut al-Daraqutni, ia memalsukan hadis. Ibn ‘Adiy mengatakan bahwa ia
termasuk perawi yang dituduh pemalsu hadis (mimman yuttaham bi al-wad‘). Jadi sanad riwayat
al-Bayhaqi adalah mawdu’. Namun al-Zabidi mengatakan bahwa al-‘Askari dalam al-Amthal
meriwayatkannya dari Sa’id bin Abi Hilal secara mursal dengan redaksi,

 ليس عدوك الذي قتلته كان لك نورا وإن قتلك دخلت اجلنة، ولكن أعدى األعداء لك نفسك اليت بني يديك1527

Sedangkan riwayat al-Daylami, selain tidak ditemukan sanadnya, ulama juga berpendapat
bahwa riwayat ini tidak ditemukan. Disebutkannya riwayat al-Daylami dan al-‘Askari secara
tekstual oleh al-Zabidi sebagai tanggapan atas pendapat al-‘Iraqi, menunjukkan bahwa kedua
riwayat ini dapat dijadikan shahid bagi riwayat al-Bayhaqi yang mawdu’, sehingga setidaktidaknya hadis ini dapat dikatakan mempunyai asal. Jadi ia masih dapat dihukumi sangat da’if.


  • 1525 al-Bayhaqi, al-Zuhd, hlm. 156-157, h.n. 343.
  • 1526 al-Daylami, Firdaws al-Akhbar, jil. 3, hlm. 408, h.n. 5248.
  • 1527 al-‘Iraqi, al-Mughni, jil. 3, hlm. 5; al-Zabidi, Ittihaf al-Sadag al-Muttaqin, jil. 7, hlm. 206 dan jil. 9, hlm.33.