أال أخربكم برجالكم من أهل اجلنة؟ قلنا: بلى اي رسول هللا. قال: النيب يف اجلنة والصديق يف اجلنة والشهيد يف اجلنة، والرجل يزور أخاه املسلم يف انحية املصر ال يزوره إال هلل يف اجلنة.
“Maukah aku beritahukan kepadamu sekalian beberapa orang di antara kamu yang termasuk
penghuni surga?” Kami berkata, “Tentu, ya Rasulallah.” Sabda Nabi Saw., “Nabi itu di dalam
surga, orang yang benar-benar beriman (siddiq) itu dalam surga, orang yang mati shahid itu dalam
surga dan orang yang berkunjung kepada saudaranya yang muslim, yang tinggal di suatu sudut
kota, yang mana ia berkunjung tidak lain hanya karena Allah, juga dalam surga.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini dikatakan al-Suyuti diriwayatkan oleh al-Daraqutni dalam al-Afrad dan alTabarani. Keduanya dari Ka’ab bin ‘Ujrah.1491
al-Haythamiselain menjelaskan bahwa ia diriwayatkan oleh al-Tabarani dari Ka’ab dalam
al-Kabir dan al-Awsat, beliau juga menjelaskan bahwa al-Tabarani meriwayatkannya dari Anas
dalam al-Saghir dan al-Awsat, dari Ibn ‘Abbas dalam al-Kabir dengan redaksi yang hampir sama
dengan sedikit tambahan.1492 Ibn Abi al-Dunya meriwayatkannya secara ringkas melalui Khalaf
bin Khalifah dan Ibn Qudamah melalui ‘Amru bin Khalid. Keduanya (Khalaf dan ‘Amru) dari
Abu Hashim dari Sa’id bin Jubayr dari Ibn ‘Abbas.1493
Hukum Hadis: Da’if.
Menurut al-Haythami, pada sanad riwayat dari Ka’ab terdapat al-Sirri bin Isma’il. Ia
ditinggalkan (matruk). Pada riwayat Ibn ‘Abbas terdapat ‘Amru bin Khalid al-Wasiti. Ia
pendusta. Sedangkan riwayat dari Anas terdapat Ibrahim bin Ziyad al-Qurashi yang menurut alBukhari ia hadisnya tidak sahih. Perawi-perawi lainnya adalah perawi hadis-Hadis sahih.1494
Dalam sanad Ibn Abi al-Dunya terdapat Khalaf bin Khalifah yang menurut Ibn Hajar saduq, tapi
di masa akhir hayatnya pikun (saduq ikhtalata fi al-akhir).1495
Riwayat al-Tabarani dari Anas, menurut al-Mundhiri, perawinya dapat dijadikan hujjah,
kecuali Ibrahim bin Ziyad al-Qurashi. Beliau belum menemukan orang yang men-da’if-kan atau
menilainya thiqah.1496 Dalam biografi Ibrahim bin Ziyad al-Qurashi ditemukan bahwa menurut
al-Bukhari sanadnya tidak sahih. Abu Hatim berpendapat ia tidak diketahui identitasnya (majhul). Ibn Hibban menyatakan ia shaykh. al-Dhahabi berkata tidak diketahui siapa ia (la yu‘raf
man dha).1497 Jadi sanad ini sangat da’if.
al-Suyuti menghukuminya da’if. Sedangkan al-Munawi mengutip pendapat al-Haythami
di atas dan pendapat al-Bayhaqi yang meriwayatkannya dari Ibn ‘Abbas dengan mengatakan
bahwa sanadnya sangat da’if (da’if bimarrah). al-Albani menghukuminya hasan.
1498 Penulis menguatkan pendapat yang menghukumi hadis ini da’if, sebab hanya sanad Ibn Abi al-Dunya
yang da’if, sedangkan riwayat lainnya sangat da’if yang tidak dapat menguatkan sanad Ibn Abi
al-Dunya.
- 1491 al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 1, hlm. 387.
- 1492 al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 4, hlm. 312-313; al-Tabarani, al-Mu’jam al-Saghir, hlm. 74, h.n.
112; al-Tabarani, al-Mu’jam al-Kabir, jil. 12, hlm. 46-47, h.n. 12467-12468. - 1493 Ibn Abi al-Dunya, al-Ikhwan, hlm. 163-164, h.n. 103; ‘Abd Allah bin Ahmad bin Qudamah al-Maqdisi,
al-Mutahabbin fi Allah, Tah. Majdi al-Sayyid Ibrahim, Maktabah al-Qur’an, al-Qahirah, t.th., hlm. 44, h.n. 36. - 1494 al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 4, hlm. 312.
- 1495 Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 194.
- 1496 al-Mundhiri, al-Targhib, jil. 3, hlm. 56-57.
- 1497 al-Bukhari, al-Tarikh al-Kabir, jil. 1, hlm. 187; al-Razi, al-Jarh wa al-Ta’dil, jil. 2, hlm. 100; Ibn Hibban, al-Thiqat, jil. 6, hlm. 9; al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 1, hlm. 32.
- 1498 al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 1, hlm. 387; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 3, hlm. 106-107.