Hadis 198


أخبرني جبرائيل عليه السلام فقال: إن الضيف إذا دخل على أخيه المسلم دخل معه الف بركة وألف رحمة، وغفر الله ذنوب أهل ذلك البيت ولو كانت ذنوبهم أكثر من زبد البحر وورق الأشجار، وأعطاه الله تعالى ثواب ألف شهيد، وكتب له بكل لقمة أكلها الضيف ثواب حجة مبرورة وعمرة مقبولة وبنى الله تعالى مدينة في الجنة، ومن أكرم ضيفا فكأنما أكرم سبعين نبيا.

“Jibril a.s. telah memberitahukan kepadaku. Ia berkata; “Sesungguhnya apabila seorang tamu memasuki rumah saudaranya yang muslim, maka masuklah bersamanya seribu berkah dan seribu rahmat, dan Allah mengampuni dosa-dosa penghuni rumah itu, sekalipun dosa mereka lebih banyak dari buih di lautan dan lebih dari daun-daun pepohonan dan Allah memberinya pahala seribu orang yang mati shahid, dan menetapkan untuknya dari setiap suapan yang dimakan oleh tamunya itu, pahala haji yang mabrur dan umrah yang diterima, dan Allah Ta’ala membangunkan untuknya sebuah kota di surga. Dan siapa memuliakan tamu, maka seolah-olah ia memuliakan tujuh puluh nabi.”

Takhrij Hadis:

Hadis dengan lafal seperti ini belum dapat ditemukan, termasuk dalam kitab khusus tentang keutamaan menghormati tamu, yaitu kitab al-Inafah fi al-Sadaqah wa al-Diyafah karangan Ibn Hajar al-Haytami. al-Khubawi mengutipnya dari kitab Kanz al-Akhbar.491

Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.

Meskipun belum dapat ditemukan perawinya, namun ciri-ciri kepalsuan hadis ini cukup jelas, yaitu pahala yang terlalu besar dengan amalan yang sederhana. Selain itu, hadis ini dikutip dari kitab yang tidak mu’tabar. Seperti yang telah dijelaskan pada bab pertama, kitab Kanz al- Akhbar, walaupun manuskripnya ditemukan, namun pengarangnya tidak diketahui. Karena itu, hadis ini dihukumi palsu.


  • 491 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 54.